- PSSI menetapkan target lolos Piala Dunia 2030 sebagai respons terhadap keresahan Presiden Prabowo Subianto terkait kegagalan edisi 2026.
- PSSI membenahi kompetisi domestik serta memaksimalkan partisipasi klub di Asia untuk meningkatkan jam terbang dan kualitas pemain nasional.
- Program pembinaan pemain usia muda terus diperkuat agar memperluas pilihan pemain berkualitas menuju tim nasional senior Indonesia.
"Dan kita tahu kemarin juga pelatih sudah mendorong bek-bek usia masih muda U-19 sudah masuk ke Timnas Indonesia. Itu adalah bagian dari menambah jumlah pemain," lanjutnya.
PSSI Respons Keresahan Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengaku masih memikirkan kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam peluncuran biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026), Prabowo mengatakan dirinya belum puas sebelum Indonesia mampu tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
"Yang masih sulit bagi kita adalah masuk Piala Dunia. Itu yang masih saya pikirkan. Jadi, saya terus resah, terus terang saja saya resah," ujar Prabowo.
Di tengah pidatonya, Prabowo juga sempat melontarkan candaan dengan mencari Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
"Sepak bola itu kehormatan. Ya, siapa yang bertanggung jawab? Mana Erick Thohir? Mana Erick Thohir?" ucap Prabowo yang langsung disambut tawa para tamu undangan.
Saat kakak Erick Thohir, Garibaldi Boy Thohir, berdiri dari kursinya, Prabowo kembali berkelakar.
"Boy, kasih tahu adikmu, ya," kata Prabowo sambil tersenyum.
Presiden juga sempat menyinggung Menteri Keuangan terkait dukungan yang diperlukan agar Indonesia mampu mewujudkan target tampil di Piala Dunia pada masa mendatang.
"Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?" pungkasnya.
