- Akademi Persib Cimahi menargetkan gelar juara kembali pada turnamen Gothia Cup 2026 di Swedia tanggal 12-18 Juli.
- Sebagai wakil Indonesia, tim ini berupaya mencetak sejarah mempertahankan trofi setelah persiapan matang sebelum keberangkatan ke Swedia.
- PSSI mendukung penuh partisipasi tim muda Indonesia dalam Gothia Cup untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional.
Suara.com - Akademi Persib Cimahi (APC) kembali membawa misi besar untuk sepak bola Indonesia. Berstatus sebagai juara bertahan kategori U-13, mereka bertekad mempertahankan trofi Gothia Cup 2026 yang akan digelar di Swedia pada 12-18 Juli 2026.
Pada edisi 2025, akademi asal Jawa Barat itu sukses mengharumkan nama Indonesia setelah keluar sebagai juara Gothia Cup U-13.
Kini, mereka datang dengan target mengulang prestasi sekaligus mencetak sejarah sebagai juara dua tahun berturut-turut.
Kapten Akademi Persib Cimahi, Rausyan Ochank Syam, memastikan seluruh pemain telah menjalani persiapan maksimal sebelum bertolak ke Swedia.
"Persiapan APC ke Gothia Cup 2026 sudah matang. Semoga kita bisa mempertahankan gelar di sana," kata Ochank saat pelepasan tim di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Akademi Persib Cimahi kembali menjadi wakil Indonesia setelah menjuarai program Meet The World with SKF (MTW).
Selain APC, Indonesia juga mengirimkan satu wakil dari sektor putri, yakni Puteri Tangsel City, untuk berlaga di turnamen sepak bola usia muda terbesar di dunia tersebut.
PSSI Harap Pembinaan Usia Muda Terus Berkembang

Keberangkatan dua tim Indonesia mendapat penghargaan dari Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.
Menurutnya, Gothia Cup bukan sekadar ajang mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan berharga bagi pemain muda untuk menambah pengalaman internasional.
"Ini pengalaman bagus bagi mereka bisa bertanding dengan berbagai negara. Bukan soal juara, yang penting pengalaman bertemu pemain dari negara lain," ujar Arya Sinulingga.
Arya juga mengapresiasi komitmen SKF yang secara konsisten mendukung pelatihan sepak bola usia dini dengan mengirim wakil Indonesia ke Piala Gothia setiap tahun.
Ia berharap semakin banyak perusahaan swasta di Indonesia mengikuti langkah-langkah tersebut agar pelatihan pemain muda semakin berkembang dan berkelanjutan.
“Terima kasih SKF telah memberikan kontribusi pada pelatihan usia muda. Ini sentilan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia,” jelasnya.
"SKF kan dari Swedia tapi mereka mendukung usia muda. Kalau bisa perusahaan swasta di Indonesia masuk ke pelatihan usia muda. Pembinaan usia muda penting banget. Kuncinya ada di pelatihan usia muda," tegas Arya.
