- Norwegia tersingkir dari perempat final Piala Dunia 2026 di Miami setelah kalah 1-2 melawan tim nasional Inggris.
- Erling Haaland mencetak tujuh gol sepanjang turnamen dan meraih popularitas tinggi melalui konten digital serta performa impresifnya.
- Aksi Viking Row suporter Norwegia menjadi simbol persatuan dan sorotan positif bagi para penggemar sepak bola dunia.
Suara.com - Perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 harus berakhir setelah kalah 1-2 dari Inggris pada babak perempat final.
Meski gagal melangkah ke semifinal, penampilan Erling Haaland dan rekan-rekannya dinilai menjadi salah satu kisah paling berkesan sepanjang turnamen.
Norwegia tampil impresif sejak fase gugur. Tim asuhan Stale Solbakken menyingkirkan Pantai Gading pada babak 32 besar melalui kemenangan 2-1 sebelum mengalahkan Brasil dengan skor serupa di babak 16 besar. Namun, langkah mereka dihentikan Inggris di Miami lewat dua gol Jude Bellingham.
Laga kontra Inggris juga diwarnai kontroversi. Gol pertama Bellingham memicu perdebatan setelah muncul dugaan bola sempat mengenai kamera udara (spidercam) sebelum masuk ke gawang Norwegia. Insiden tersebut menjadi salah satu perbincangan sepanjang turnamen.
Meski tersingkir, Haaland tampil sebagai salah satu pemain terbaik di Piala Dunia. Penyerang Manchester City itu mengoleksi tujuh gol, termasuk gol kemenangan pada menit-menit akhir saat menghadapi Pantai Gading dan dua gol ketika menyingkirkan Brasil di babak 16 besar.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, memuji kontribusi besar Haaland sepanjang turnamen.
"Dia adalah pencetak gol terbaik di dunia. Saya tidak akan menukarnya dengan siapa pun," kata Solbakken melansir ESPN, Senin (12/7/2026).
Selain bersinar di lapangan, Haaland juga menjadi salah satu pemain paling populer selama turnamen berlangsung. Aktivitasnya di media sosial dan kanal YouTube pribadinya mendapat perhatian luas dari penggemar sepak bola di berbagai negara.
Saluran YouTube Haaland yang diluncurkan pada Oktober lalu melampaui tiga juta pelanggan selama Piala Dunia berlangsung. Dalam dua pekan terakhir, jumlah pelanggannya meningkat sekitar 50 persen.
Serial dokumenter di balik layar perjalanan Norwegia di Amerika Serikat juga mencatat lonjakan penonton, dengan episode terbaru ditonton lebih dari delapan juta kali hanya dalam tiga hari setelah dirilis.
Popularitas Haaland turut diperkuat oleh kepribadiannya yang dinilai dekat dengan rekan setim dan penggemar.
Penyerang berusia 25 tahun itu juga menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan di media sosial sepanjang turnamen.
Tak hanya Haaland, Norwegia juga mencuri perhatian lewat tradisi "Viking Row" atau aksi mendayung bersama yang dilakukan para pemain dan suporter setiap merayakan kemenangan.
Tradisi tersebut bahkan diikuti oleh suporter dari berbagai negara peserta dan mendapat sambutan dari petugas Bandara Dallas Fort Worth saat kedatangan tim Norwegia.
"Saya pikir seluruh bangsa sedang mendayung bersama. Itu menjadi simbol bahwa kami bersatu. Ini adalah musim panas yang luar biasa bagi para pendukung," ujar Solbakken usai kemenangan atas Brasil.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Norwegia meninggalkan kesan positif di Piala Dunia 2026.
Penampilan impresif mereka, dipadukan dengan produktivitas Haaland serta antusiasme para pendukung, menjadikan tim Skandinavia tersebut sebagai salah satu sorotan utama sepanjang turnamen.
