- Julián Álvarez mencetak gol krusial pada menit ke-111 di Kansas City Stadium saat laga Argentina kontra Swiss.
- Analisis statistik mencatat peluang gol Alvarez hanya tiga persen karena posisi sulit dan kepadatan pemain lawan.
- Aksi brilian tersebut menjadi titik balik kemenangan Argentina dengan skor akhir 3-1 atas timnas Swiss.
Suara.com - Gol Julian Alvarez ke gawang Swiss di Piala Dunia 2026 disebut nyaris mustahil secara statistik.
Data expected goals (xG) menunjukkan peluangnya hanya 3 persen, sebelum eksekusi brilian sang striker mengubahnya menjadi 53 persen.
Momen krusial itu terjadi pada menit ke-111 babak perpanjangan waktu di Kansas City Stadium.
Saat skor imbang 1-1, Alvarez menerima bola di sisi kiri kotak penalti, lalu melepas tembakan keras yang bersarang di sudut atas gawang.
Menurut analisis Opta, perbedaan 50 poin persentase tersebut mencerminkan tingkat kesulitan gol.
Faktor posisi, sudut tembak, dan kepadatan pemain lawan membuat peluang awal sangat kecil, sebelum teknik dan arah tembakan mengubah segalanya.
“Dalam situasi itu saya melihat ruang, tidak ada yang menutup, jadi saya putuskan menendang. Kena sangat bersih, gol yang indah,” ujar Alvarez usai pertandingan dikutip dari TycSport.
Gol tersebut menjadi titik balik kemenangan Argentina atas Swiss dengan skor 3-1.
Sebelumnya, Alexis Mac Allister membuka keunggulan, sebelum Dan Ndoye menyamakan kedudukan di babak kedua.
Meski unggul jumlah pemain setelah kartu merah Breel Embolo, Argentina sempat kesulitan membongkar pertahanan Swiss.
Sejumlah peluang dari Lionel Messi dan rekan-rekannya mampu digagalkan kiper Gregor Kobel.
Pelatih Lionel Scaloni bahkan terlihat sempat terdiam sebelum akhirnya larut dalam selebrasi usai gol Alvarez.
Tekanan panjang akhirnya pecah melalui satu momen individual berkualitas tinggi.
Alvarez mengakui gol tersebut bukan kebetulan.
Ia sempat mencoba situasi serupa sebelumnya, yang menunjukkan pembacaan ruang dan keputusan yang matang di tengah tekanan pertandingan.
“Banyak tekanan, tapi kami terus mencoba. Kami tahu gol akan datang jika tetap bersama,” kata Alvarez.
Gol ini juga mengingatkan publik pada aksinya di Liga Champions saat menghadapi Real Madrid, dengan pola gerakan dan penyelesaian yang hampir identik.
Konsistensi teknik tersebut menjadi bukti kualitas striker muda Argentina itu.
