- Timnas Prancis akan menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Selasa 14 Juli 2026.
- Prancis berupaya menembus final ketiga berturut-turut untuk menyamai rekor Brasil sekaligus membalas dua kekalahan atas Spanyol.
- Andalan Prancis seperti Mbappe dan Dembele akan menguji pertahanan Spanyol yang baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Suara.com - Timnas Prancis tinggal selangkah lagi mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026. Les Bleus hanya membutuhkan satu kemenangan atas Spanyol untuk melaju ke final ketiga secara beruntun.
Laga semifinal akan berlangsung di Dallas Stadium pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat. Duel ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Prancis membalas dua kekalahan beruntun dari La Roja dalam dua tahun terakhir.
Jika berhasil lolos ke partai puncak, Prancis akan mencatatkan penampilan kelima di final Piala Dunia dalam delapan edisi terakhir.
Misi Balas Dendam dan Rekor Bersejarah

Publik Prancis masih mengingat kekalahan dari Spanyol di semifinal Euro 2024. Setelah itu, Les Bleus kembali harus mengakui keunggulan La Roja dalam laga dramatis UEFA Nations League yang menghasilkan sembilan gol.
Kini, Didier Deschamps memiliki kesempatan membalikkan keadaan sekaligus membawa timnya menorehkan sejarah.
Jika sukses menembus final, Prancis akan menyamai rekor Brasil yang tampil di tiga final Piala Dunia secara beruntun pada periode 1994 hingga 2002.
Mbappe dan Dembele Jadi Andalan
Berbeda dibanding dua pertemuan sebelumnya, Prancis kini datang dengan lini depan yang jauh lebih tajam.
Kylian Mbappe menjadi motor serangan setelah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen, sedangkan Ousmane Dembele telah menyumbang lima gol.
Kehadiran Michael Olise, Bradley Barcola, dan Desire Doue juga membuat variasi serangan Les Bleus semakin sulit diprediksi.
Ketajaman lini depan itu turut mengantar Prancis menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0 di babak perempat final.
Namun, tantangan besar sudah menanti. Spanyol datang dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026 setelah baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Tim asuhan Luis de la Fuente juga kembali diperkuat Lamine Yamal yang mulai menemukan performa terbaiknya setelah sempat diganggu cedera hamstring.
Meski demikian, Belgia sempat memperlihatkan bahwa pertahanan Spanyol masih bisa ditembus ketika pressing tinggi mereka berhasil dilewati.
Kecepatan Mbappe dan Dembele diperkirakan akan menjadi senjata utama Prancis untuk mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan tinggi La Roja.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyadari duel kali ini akan berbeda dibanding dua pertemuan sebelumnya.
"Kami adalah satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan mereka dua kali berturut-turut, tetapi pertandingan ketiga ini akan sangat berbeda," ujar Luis de la Fuente.
Didier Deschamps kini dihadapkan pada pilihan penting, yakni tetap memainkan empat pemain bertipe menyerang atau memperkuat lini tengah demi mengimbangi dominasi penguasaan bola Spanyol.
Apa pun pilihannya, laga ini menjadi kesempatan emas bagi Prancis untuk membalas dendam sekaligus menjaga peluang mencatat sejarah dengan tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
