- Inggris menempuh perjalanan terjauh sejauh 20.600 kilometer melintasi berbagai kota dan ketinggian ekstrem menuju semifinal Piala Dunia 2026.
- Prancis diuntungkan dengan rute perjalanan terpendek yakni 5.500 kilometer karena lokasi pertandingan yang relatif berdekatan sepanjang turnamen.
- Perbedaan jarak tempuh dan faktor logistik lainnya berdampak signifikan terhadap kondisi fisik serta performa pemain empat tim semifinalis.
Suara.com - Perjalanan menuju semifinal Piala Dunia 2026 ternyata tidak sama bagi setiap tim.
Perbedaan jarak tempuh menjadi faktor krusial, dengan Inggris sebagai tim paling dirugikan dan Prancis justru menikmati rute paling dekat.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni sempat menyinggung pentingnya faktor perjalanan selama turnamen.
“Beruntung kami tidak banyak bepergian dibanding tim lain. Istirahat itu fundamental,” ujarnya dikutip dari TycSport.
Menurut Scaloni, jarak antarkota, perubahan zona waktu, hingga suhu ekstrem bisa berdampak langsung pada performa pemain.
Apalagi Piala Dunia 2026 sudah berjalan lebih dari satu bulan.

Dari empat semifinalis, Inggris mencatat perjalanan paling melelahkan.
Tim asuhan Thomas Tuchel telah menempuh sekitar 20.600 kilometer, melintasi dua negara dan delapan kota.
Selain jarak, Inggris juga harus menghadapi tantangan bermain di ketinggian.
Harry Kane Cs sempat bertanding di Mexico City dengan ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut, yang menambah beban fisik pemain.
Berbanding terbalik, Prancis menjadi tim paling diuntungkan dari sisi logistik.
Les Bleus hanya menempuh sekitar 5.500 kilometer sepanjang turnamen, dengan lokasi pertandingan yang relatif berdekatan.
Bahkan, Prancis mengulang penggunaan kota yang sama sejak fase grup hingga perempat final.
Perjalanan terjauh mereka baru terjadi saat menuju Dallas untuk semifinal.
Argentina berada di posisi tengah dengan total perjalanan sekitar 8.025 kilometer.
Tim asuhan Lionel Scaloni sempat berpindah basis dari Kansas City ke Miami sebelum kembali lagi ke kota awal.
Sementara itu, Spanyol mencatat jarak tempuh cukup tinggi, yakni sekitar 14.200 kilometer.
Lamine Yamal Cs harus bolak-balik lintas negara dan kota, termasuk perjalanan ke Meksiko dan Los Angeles.
Perbedaan jarak ini menegaskan bahwa faktor non-teknis seperti logistik bisa memengaruhi performa di lapangan.
Dengan kondisi fisik yang diuji, semifinal Piala Dunia 2026 diprediksi akan semakin ketat dan penuh tantangan.
