- Prancis akan berhadapan dengan Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di kota Dallas.
- Spanyol mengandalkan pertahanan solid dengan catatan statistik terbaik, sementara Prancis mengandalkan lini serang yang sangat produktif.
- Pemenang laga ini akan melaju ke babak final dan menjadi kandidat terkuat peraih trofi juara dunia.
Suara.com - Babak semifinal Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel kelas dunia ketika kekuatan lini serang Prancis berhadapan dengan organisasi pertahanan solid milik Spanyol.
Pertandingan yang digelar di Dallas ini diprediksi menjadi penentu calon juara dunia. Superkomputer Opta bahkan menjagokan pemenang laga ini sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi.
Kedua raksasa Eropa tersebut menempuh jalan berbeda menuju babak empat besar.
Spanyol mengandalkan disiplin pertahanan, sedangkan Prancis tampil mengesankan berkat lini depan bertabur bintang.
Laga ini akan menjadi pembuktian apakah serangan tajam mampu menembus pertahanan terbaik di turnamen.
Pertahanan Spanyol Jadi yang Terbaik

Kekuatan lini belakang mungkin bukan identitas utama Spanyol selama ini. Namun, tim besutan Luis de la Fuente berhasil mengubah anggapan tersebut.
Selain tetap mempertahankan gaya bermain berbasis penguasaan bola, La Roja kini memiliki catatan pertahanan yang impresif.
Dalam enam pertandingan, Spanyol hanya menghadapi tujuh tembakan tepat sasaran.
Catatan itu menjadi rata-rata tembakan tepat sasaran terendah yang diterima sebuah tim di Piala Dunia sejak 1966.
Sementara itu, nilai expected goals (xG) lawan yang dihadapi Spanyol hanya mencapai 0,31 per pertandingan.
Aymeric Laporte menjadi sosok penting di lini belakang dengan torehan 11 intersep, hanya kalah dari bek Prancis, Dayot Upamecano.
Di bawah mistar, Unai Simon juga tampil konsisten sebagai sweeper-keeper yang kerap memotong umpan-umpan terobosan lawan.
Kontribusi Rodri tak kalah besar. Gelandang Manchester City itu mencatatkan 18 tekel dan 32 kali merebut kembali penguasaan bola.
Luis de la Fuente juga mempertahankan kuartet lini belakang yang sama sepanjang turnamen, yakni Unai Simon, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, dan Marc Cucurella, demi menjaga kekompakan tim.
Prancis Andalkan Ketajaman Mbappe Cs

Di sisi lain, Prancis datang dengan salah satu lini serang paling produktif di Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Didier Deschamps telah mencetak 16 gol dalam enam pertandingan.
Les Bleus juga membukukan 47 tembakan tepat sasaran, menjadi catatan terbaik Prancis sejak menjuarai Piala Dunia 1998.
Rata-rata 7,8 tembakan tepat sasaran per pertandingan yang mereka hasilkan juga menjadi yang tertinggi di turnamen sejak 1966.
Kylian Mbappe masih menjadi ancaman utama setelah mengoleksi delapan gol dan bersaing dengan Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas.
Selain tajam di depan gawang, Mbappe juga telah menyumbang tiga assist.
Kolaborasinya bersama Ousmane Dembele menjadi salah satu senjata utama Prancis. Keduanya telah menciptakan 19 peluang berbahaya sepanjang turnamen.
Dembele sendiri sedang berada dalam performa terbaik dengan koleksi lima gol dan dua assist.
Sementara itu, Michael Olise turut memperkuat daya gedor Prancis dari sektor sayap.
Kedalaman Skuad Jadi Senjata Les Bleus
Olise kini memimpin daftar assist terbanyak di Piala Dunia 2026 dengan lima assist, menyamai rekor legenda Jerman, Thomas Häßler.
Ia hanya membutuhkan satu assist lagi untuk menyamai rekor assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia yang dipegang Pelé.
Kedalaman skuad Prancis juga menjadi keunggulan tersendiri.
Didier Deschamps masih memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Bradley Barcola dan Desire Doue yang mampu memberi dampak besar saat masuk dari bangku cadangan.
Duel di Dallas pun diprediksi menjadi pertarungan menarik antara lini serang paling produktif melawan pertahanan paling solid di Piala Dunia 2026.
Pemenangnya akan mengamankan satu tiket menuju partai final sekaligus memperkuat status sebagai kandidat utama juara dunia.
