- Lembaga FairSquare mendesak Komite Olimpiade Internasional menyelidiki Presiden FIFA Gianni Infantino atas dugaan pelanggaran netralitas politik.
- Laporan tersebut menuduh Infantino menunjukkan keberpihakan kepada Donald Trump melalui serangkaian tindakan kontroversial dan intervensi kebijakan organisasi.
- IOC berwenang memberikan sanksi hingga mencabut status keanggotaan Infantino jika terbukti melanggar kode etik dan Piagam Olimpiade.
Suara.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi menerima laporan yang mendesak penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
Laporan tersebut diajukan oleh lembaga advokasi nirlaba FairSquare.
Organisasi itu menuding Infantino berulang kali melanggar kode etik melalui serangkaian tindakan yang dinilai menunjukkan keberpihakan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Salah satu poin utama dalam laporan tersebut adalah dugaan keterlibatan Infantino dalam penangguhan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.
![Folarin Balogun menjelma menjadi salah satu penyerang paling tajam yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. [Instagram Folarin Balogun]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/13/44886-folarin-balogun.jpg)
Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.
Namun, ia tetap bisa tampil pada babak 16 besar setelah FIFA menangguhkan hukumannya dengan status masa percobaan selama satu tahun.
Keputusan itu memicu kontroversi karena Donald Trump sebelumnya secara terbuka meminta hukuman Balogun dibatalkan.
Gianni Infantino mengakui sempat menerima panggilan telepon dari Trump terkait kasus tersebut. Meski demikian, ia membantah telah mengintervensi proses hukum di internal FIFA.
Trump sendiri memuji keputusan FIFA dan menyebut kartu merah yang diterima Balogun sebagai keputusan wasit yang keliru.
Infantino menegaskan bahwa Komite Yudisial FIFA mengambil keputusan secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun.
FairSquare Soroti Kedekatan Infantino dengan Donald Trump
FairSquare juga mempertanyakan integritas Infantino sebagai anggota IOC sejak 2020.
Sebagai anggota IOC, Infantino diwajibkan mematuhi Piagam Olimpiade yang melarang pejabat organisasi menunjukkan dukungan politik secara terbuka.
FairSquare mengklaim telah mengumpulkan bukti sedikitnya lima dugaan pelanggaran netralitas politik yang dilakukan Infantino dalam setahun terakhir.
Selain kasus Balogun, laporan itu juga menyoroti dugaan promosi situs penggemar FIFA yang disebut memiliki keterkaitan dengan pengumpulan data untuk entitas politik yang berafiliasi dengan Trump.
Unggahan Infantino di media sosial setelah menghadiri pelantikan Presiden AS pada Januari 2025 juga dimasukkan sebagai bagian dari materi laporan.
FairSquare turut menyoroti dukungan publik Infantino terhadap pencalonan Donald Trump sebagai penerima Nobel Perdamaian pada Oktober 2025.
Tak hanya itu, Infantino juga menjadi sorotan setelah menyerahkan FIFA Peace Prize perdana kepada Trump dalam acara undian Piala Dunia di Washington pada Desember tahun lalu.
Laporan FairSquare mendapat dukungan dari Federasi Sepak Bola Norwegia serta sedikitnya 50 anggota Parlemen Eropa melalui surat resmi.
Apabila terbukti melanggar ketentuan netralitas politik, IOC memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi hingga mencabut status keanggotaan Gianni Infantino.
Hingga berita ini ditulis, baik IOC maupun FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Kasus ini diprediksi menjadi salah satu ujian terbesar bagi kepemimpinan Gianni Infantino sejak menjabat sebagai Presiden FIFA.
