Masalah Timnas Inggris Lebih dari Sekedar Taktik, Thomas Tuchel Singgung DNA Tiga Singa

Arief Apriadi

Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:15 WIB
Masalah Timnas Inggris Lebih dari Sekedar Taktik, Thomas Tuchel Singgung DNA Tiga Singa
Thomas Tuchel menilai masalah Timnas Inggris bukan hanya soal taktik usai kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026. Ia menyinggung DNA penguasaan bola. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Thomas Tuchel menuai kritik tajam setelah Timnas Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 akibat kalah melawan Argentina.
  • Taktik bertahan yang diterapkan Tuchel dinilai menjadi bumerang saat menghadapi performa dominan Lionel Messi di babak semifinal tersebut.
  • Posisi Tuchel kini terancam karena Federasi Sepak Bola Inggris harus mempertimbangkan kelanjutan proyek jangka panjang sang pelatih kepala.

Suara.com - Masa depan Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala Timnas Inggris kini menjadi sorotan setelah kegagalan timnya di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina.

Meski sempat digadang-gadang sebagai sosok yang mampu mengakhiri puasa gelar Inggris sejak 1966, Tuchel kini menghadapi gelombang kritik akibat taktik bertahan yang diterapkannya saat menghadapi Argentina.

Kekalahan tersebut dinilai mengungkap persoalan yang lebih mendasar di tubuh The Three Lions, bukan sekadar soal strategi di atas lapangan.

Thomas Tuchel ditunjuk sebagai pelatih Timnas Inggris pada Oktober 2024 dengan harapan membawa mental juara ke level internasional.

Pertandingan antara Timnas Inggris melawan Argentina di babak semifinal Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Pertandingan antara Timnas Inggris melawan Argentina di babak semifinal Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

Namun, keputusannya bermain lebih defensif setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul di semifinal justru menjadi bumerang.

Kritik tajam pun datang dari berbagai pihak, termasuk mantan manajer West Ham United, Alan Pardew.

"Dalam kabut perang, realitas telah hilang," ujar Alan Pardew dikutip dari Reuters.

"Ketakutan, kesalahan, dan organisasi tim yang rasional menghilang. Sejujurnya, sang manajer memberikan pola pikir negatif."

Tuchel Singgung DNA Sepak Bola Inggris

baca juga

Di tengah derasnya kritik, Tuchel membela diri dengan menyoroti persoalan yang menurutnya lebih mendasar dalam sepak bola Inggris.

Ia menilai Timnas Inggris belum memiliki budaya penguasaan bola seperti yang dimiliki negara-negara besar lain.

"Pada saat ini perasaan saya adalah tidak ada struktur di dunia ini yang bisa membantu kami," ungkap Thomas Tuchel.

"Saya pikir penguasaan bola memainkan peran krusial; mungkin itu bukan bagian dari DNA kami seperti DNA Spanyol atau DNA Argentina-Brasil, untuk mengambil bola dan mengendalikan permainan dengan bola."

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Inggris masih tertinggal dalam aspek fundamental permainan meski diperkuat banyak pemain berkualitas.

Lionel Messi Jadi Pembeda

Kekalahan Inggris juga tak lepas dari penampilan gemilang Lionel Messi yang kembali menjadi motor permainan Argentina.

Statistik menunjukkan dominasi Argentina pada babak kedua. Inggris hanya mampu mencatatkan dua operan di area lawan sejak menit ke-72 hingga ke-92, sedangkan Argentina membukukan 111 operan pada periode yang sama.

Legenda Prancis, Thierry Henry, menilai Inggris melakukan kesalahan dengan membangkitkan semangat kompetitif Messi.

"Apa yang terjadi dengan Leo, terkadang... jangan bangunkan binatang buas itu," kata Henry.

Ia kemudian mengenang pengalaman saat bermain bersama Messi di Barcelona.

"Saya pernah melihatnya di latihan. Ketika pelatih tidak meniup peluit pelanggaran, dia berubah. Dia mengambil bola dan mencetak tiga gol berturut-turut."

"Dia tidak terhentikan saat berada dalam suasana hati seperti itu. Saat tim membutuhkannya, dia meningkatkan permainannya."

Henry menutup komentarnya dengan pujian kepada sang megabintang.

"Pria ini menulis sejarah dengan kakinya."

Proses Membangun Tim Juara Butuh Waktu

Meski terus mendapat kritik, sejarah menunjukkan membangun tim juara di level internasional membutuhkan proses yang panjang.

Didier Deschamps membutuhkan enam tahun sebelum membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.

Sementara Aimé Jacquet memerlukan lima tahun untuk mengantarkan Prancis menjadi juara dunia pada 1998.

Thomas Tuchel, yang baru memperpanjang kontraknya hingga Februari lalu, setidaknya mampu menyamai pencapaian Gareth Southgate dengan membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia.

Kini, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dihadapkan pada pilihan besar: mempertahankan proyek jangka panjang bersama Tuchel atau kembali melakukan pergantian pelatih demi mengejar ambisi mengakhiri puasa gelar juara dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Argentina vs Spanyol: Adu Tajam Lini Depan vs Tembok Pertahanan di Final Piala Dunia 2026

Argentina vs Spanyol: Adu Tajam Lini Depan vs Tembok Pertahanan di Final Piala Dunia 2026

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:12 WIB

Ancaman Final Piala Dunia 2026: Bernafas di New York Seperti Hisap 10 Batang Rokok

Ancaman Final Piala Dunia 2026: Bernafas di New York Seperti Hisap 10 Batang Rokok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:50 WIB

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:15 WIB

Siapa Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol?

Siapa Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol?

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:58 WIB

Menang Dramatis! Argentina Siap Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Menang Dramatis! Argentina Siap Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:00 WIB

Terkini

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:03 WIB

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 20:00 WIB

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:53 WIB

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 19:46 WIB

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:32 WIB

Anak Mulai Pilih-Pilih Makanan? Dokter Ungkap Solusi Penuhi Nutrisi Balita

Anak Mulai Pilih-Pilih Makanan? Dokter Ungkap Solusi Penuhi Nutrisi Balita

Health | Minggu, 13 September 2026 | 19:28 WIB

CISDI Dorong Harga Minuman Manis Naik Minimal 20 Persen lewat Cukai

CISDI Dorong Harga Minuman Manis Naik Minimal 20 Persen lewat Cukai

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:13 WIB

×