- Kiper Timnas Indonesia Emil Audero segera meninggalkan Como untuk bergabung dengan klub LaLiga Rayo Vallecano.
- Rayo Vallecano adalah klub asal Madrid berjuluk kelas pekerja yang berdiri sejak tanggal 29 Mei 1924.
- Tim asuhan Benat San Jose tersebut kini menempati peringkat ke-18 klasemen sementara LaLiga Spanyol musim ini.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero dikabarkan selangkah lagi akan bergabung ke klub LaLiga Spanyol, Rayo Vallecano.
Menurut laporan Sky Sport Italia, di detik-detik penutupan bursa transfer musim panas, Emil Audero memilih hengkang dari Como dan pindah ke Vallecano.
Proses kepindahan Audero ke Rayo Vallecano disebut sudah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu penyelesaian sejumlah detail.
Keputusan untuk meninggalkan Como juga datang dari Audero sendiri.
Emil disebut telah meminta klub melepasnya pada bursa transfer musim panas ini.
Keinginan tersebut tidak terlepas dari persaingan di bawah mistar gawang Como.
Bagi pecinta sepak bola Spanyol tentu tak asing dengan klub Rayo Vallecano.
Klub ini juga pernah dibela oleh rekan Emil Audero di Timnas Indonesia, Jordi Amat.
Bek Persija Jakarta itu bermain di Vallecano pada musim 2012/2013 sebagai pemain pinjaman dari Espanyol.
Pada musim 2018 Jordi Amat baru dibeli permanen oleh Rayo Vallecano. Amat membela Vallecano sampai 2020.

Mengenal Rayo Vallecano
Rayo Vallecano berdiri pada 29 Mei 1924 dengan nama Agrupación Deportiva El Rayo.
Klub yang bermarkas di kawasan Puente de Vallecas itu kemudian menggunakan nama Rayo Vallecano sejak 1947.
Rayo Vallecano memiliki identitas yang sangat erat dengan kawasan Vallecas di Madrid.
Klub ini bahkan dikenal dengan julukan El Equipo de la Clase Obrera, yang berarti tim dari kelas pekerja.
Karakter tersebut menjadi salah satu pembeda Rayo dari klub-klub besar Madrid lainnya.
Klub tidak hanya dikenal melalui prestasi di lapangan, tetapi juga karena hubungan kuat dengan masyarakat dan lingkungan tempat mereka berasal.
Markas Rayo adalah Estadio de Vallecas. Stadion tersebut berada di kawasan Puente de Vallecas dan menjadi salah satu simbol penting klub dengan kapasitas lebih dari 14 ribu penonton.
Rayo pertama kali mencicipi Primera División pada musim 1977-78.
Debut mereka langsung menghasilkan cerita menarik setelah mampu menumbangkan sejumlah klub besar Spanyol di kandang.
Rayo bertahan tiga musim beruntun di kasta tertinggi pada periode tersebut.
Setelah itu, klub harus melewati berbagai periode naik-turun antara Primera dan Segunda División.
Rayo Vallecano juga memiliki pengalaman di kompetisi Eropa. Klub ini tampil di Piala UEFA 2000-01 setelah memperoleh tiket melalui FIFA Fair Play.
Perjalanan mereka saat itu cukup mengejutkan.
Rayo mampu melewati sejumlah lawan sebelum akhirnya mencapai perempat final dan dihentikan Deportivo Alavés.
Sejarah Eropa Rayo kembali ditulis pada musim 2025-26.
Klub tersebut berhasil mencapai final Liga Conference UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Dalam perjalanan menuju final, Rayo menyingkirkan AEK Athens di perempat final dan Racing Strasbourg di semifinal.
Namun, langkah mereka terhenti setelah kalah 0-1 dari Crystal Palace pada partai final.
Di balik kisah prestasi tersebut, Rayo juga pernah menghadapi periode paling sulit dalam sejarah klub.
Krisis finansial keluarga Ruiz-Mateos membuat klub mengalami persoalan ekonomi serius pada 2011.
Situasi tersebut bahkan membuat Rayo masuk dalam proses hukum kepailitan. Pemain dan staf juga sempat menghadapi masalah pembayaran gaji.
Pada musim 2025/2026, start Rayo Vallecano belum terlalu apik.
Klub yang dilatih oleh Benat San Jose ini berada di peringkat ke-18 klasemen LaLiga Spanyol.
Akhir pekan lalu, Rayo dibantai 2-5 dari Barcelona. Hingga pekan ke-3, Rayo baru mengemas 1 poin.