- Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September, menyebabkan gangguan penerbangan yang berdampak pada klub Persebaya dan Persija.
- Rombongan Persebaya harus mengubah perjalanan dari Lampung ke Surabaya menggunakan jalur darat dan menyeberangi Selat Sunda.
- PT Angkasa Pura Indonesia mencatat sebanyak 764 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak akibat penutupan sementara.
Gangguan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak pada perjalanan dua klub tersebut.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyatakan ratusan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ikut terdampak.
Sebanyak 764 penerbangan tercatat terkena dampak, mulai dari pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan.
Operasional Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara sejak Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Penutupan dilakukan setelah abu vulkanik terdeteksi di wilayah udara yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelumnya menyatakan penutupan awal berlaku pukul 01.30 hingga 05.30 WIB berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26.
Namun, penutupan kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB karena sebaran abu vulkanik masih terdeteksi.
Kondisi tersebut membuat otoritas penerbangan harus terus melakukan pemantauan sebelum operasional kembali dibuka.
Sedikitnya 33 penerbangan juga tercatat terdampak dalam data Kementerian Perhubungan, termasuk penerbangan dari dan menuju Lampung serta penerbangan dengan tujuan Surabaya.