- Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September, menyebabkan gangguan penerbangan yang berdampak pada klub Persebaya dan Persija.
- Rombongan Persebaya harus mengubah perjalanan dari Lampung ke Surabaya menggunakan jalur darat dan menyeberangi Selat Sunda.
- PT Angkasa Pura Indonesia mencatat sebanyak 764 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak akibat penutupan sementara.
Suara.com - Erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap perjalanan sejumlah klub sepak bola Indonesia.
Persebaya yang sebelumnya berada di Lampung bahkan harus menempuh perjalanan darat dan laut untuk kembali ke Surabaya, Jawa Timur.
Rombongan Bajul Ijo memilih menyeberangi Selat Sunda menggunakan kapal setelah penerbangan mengalami gangguan akibat sebaran abu vulkanik.
Skuad Persebaya berada di Lampung setelah menjalani pertandingan tandang menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Dari Lampung, rombongan semula direncanakan menggunakan penerbangan untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Namun, kondisi penerbangan yang terdampak abu vulkanik membuat rencana tersebut harus diubah. Para pemain, staf pelatih, dan ofisial kemudian berangkat menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.
Rombongan meninggalkan hotel di Lampung sekitar pukul 07.00 WIB pada Minggu (6/9). Setelah tiba di Merak, perjalanan masih berlanjut dengan menggunakan bus menuju Surabaya.
![Peta Jalur Darat Persija dan Persebaya Hindari Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau [Suara.com/ai]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/09/07/68876-ilustrasi-persija-dan-persebaya.jpg)
Persija Juga Ubah Rute Pulang
Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga membuat Persija Jakarta harus mengubah rencana perjalanan pulang dari Samarinda, Kalimantan Timur.
Macan Kemayoran sebelumnya dijadwalkan terbang dari Samarinda menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9).
Namun, penutupan sementara bandara memaksa rombongan mencari rute alternatif.
Setelah menghadapi Borneo FC pada laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9), Persija meraih kemenangan 1-0.
Dari Samarinda, rombongan Persija kemudian menuju Balikpapan. Tim selanjutnya terbang menuju Yogyakarta sebelum meneruskan perjalanan ke Jakarta menggunakan bus.
“Kami naik bus Yogyakarta-Jakarta,” ujar Media Officer Persija, Kukuh Wahyudi.
764 Penerbangan Terdampak
Gangguan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak pada perjalanan dua klub tersebut.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyatakan ratusan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ikut terdampak.
Sebanyak 764 penerbangan tercatat terkena dampak, mulai dari pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan.
Operasional Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara sejak Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Penutupan dilakukan setelah abu vulkanik terdeteksi di wilayah udara yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelumnya menyatakan penutupan awal berlaku pukul 01.30 hingga 05.30 WIB berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26.
Namun, penutupan kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB karena sebaran abu vulkanik masih terdeteksi.
Kondisi tersebut membuat otoritas penerbangan harus terus melakukan pemantauan sebelum operasional kembali dibuka.
Sedikitnya 33 penerbangan juga tercatat terdampak dalam data Kementerian Perhubungan, termasuk penerbangan dari dan menuju Lampung serta penerbangan dengan tujuan Surabaya.