- Mantan pemain Timnas Indonesia, Jhon van Beukering, menyerang pemain klub IJsselmeervogels, Quiermo Dumay, pada 12 September 2026.
- Insiden penyerangan di lorong ruang ganti Stadion Sportpark De Westmaat tersebut menyebabkan korban mengalami cedera gigi serius.
- Korban berencana menempuh jalur hukum, sementara pelaku berdalih tindakannya dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri.
Suara.com - Masih ingat dengan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jhon van Beukering?
Lama tak terdengar kabarnya, Jhon van Beukering kini harus berurusan dengan hukum di Belanda lantaran serang pemain.
Jhon van Beukering yang berstatus sebagai asisten pelatih klub amatir Belanda, GVVV menyerang pemain klub IJsselmeervogels, Quiermo Dumay pada akhir pekan lalu.
Peristiwa ini terjadi saat IJsselmeervogels vs GVVV di Sportpark De Westmaat, Sabtu (12/9/2026).
Pertandingan tidak dilanjutkan setelah babak pertama karena situasi memanas di area lorong menuju ruang ganti saat GVVV unggul 2-0.
Dalam insiden tersebut, bek IJsselmeervogels Quiermo Dumay mengalami cedera serius setelah terkena pukulan.
Ia dilaporkan mengalami luka parah pada bagian gigi.
Quiermo Dumay disebut mendapatkan serangan brutal dari Jhon van Beukering.
Akibat serangan brutal itu, Dumay berencana akan menempus jalur hukum dan menuntut eks bomber Timnas Indonesia itu.
Pembelaan Jhon van Beukering
Jhon van Beukering sendiri mengklaim bahwa ia juga mendapatkan pukulan di insiden lorong ganti tersebut.
Jhon van Beukering menegaskan bahwa ia menjadi pihak yang memulai keributan. Kepada ESPN, ia mengklaim terlebih dahulu menerima sejumlah pukulan sebelum bereaksi.
"Ketika itu saya mendapat satu pukulan demi pukulan di kepala. Anda bisa memilih berbalik dan pergi, atau melawan," kata Van Beukering.
Van Beukering menceritakan keributan bermula setelah seorang pemain GVVV terjatuh menjelang turun minum. Situasi kemudian memanas dan ketegangan berlanjut hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama.
Sebagai asisten pelatih, Van Beukering mengatakan dirinya mengikuti salah satu pemain GVVV menuju ruang ganti untuk memberikan perlindungan. Namun, menurut pengakuannya, seorang pemain IJsselmeervogels kemudian mendatangi mereka dan terjadi aksi dorong-dorongan.
"Saya mencoba menjelaskan kepadanya bahwa dia harus pergi dan membiarkan pemain itu sendirian. Kemudian terjadi dorong-dorongan dan tarik-menarik," ujarnya.
Van Beukering kemudian mengklaim mendapat serangan dari seorang pimpinan tim IJsselmeervogels.
Ia menyebut situasi semakin kacau karena terdapat sekitar 20 orang di lorong tersebut.
"Anda harus membayangkan tiba-tiba ada sekitar 20 orang di depan Anda dan Anda tidak tahu dari mana pukulan datang. Orang mungkin akan mengatakan saya harus pergi, tetapi saat itu muncul perasaan bahwa saya harus membela diri," katanya.
"Saya mengakui bahwa saya memukul, tetapi saya tidak tahu siapa yang saya pukul. Bisa saja saya mengenai dia, tetapi ada sekitar 20 orang di lorong itu," ucap Van Beukering.