- Mantan penyerang PSIM Yogyakarta asal Belanda, Anton Fase, mengungkap pengalaman uniknya bermain di Indonesia.
- Fase sempat bermain di hadapan 76.000 penonton dan merasa kesulitan berjalan bebas akibat tingginya popularitas sepak bola.
- Akibat cedera patah jari kaki, rencana bertahan di Indonesia batal dan ia kini memperkuat klub Bulgaria.
Setelah meninggalkan Belanda, Fase bergabung dengan Botev Vratsa di Bulgaria.
Ia kemudian melanjutkan petualangannya ke Kauno Zalgiris di Lithuania, LKS Lodz di Polandia, sebelum kembali ke Lithuania dan akhirnya berlabuh di Indonesia.
Sebelum ke Indonesia, Fase memperkuat klub Singapura, Balestier Khalsa dan hijrah ke PSIM Yogyakarta.
Pengalamannya bersama klub Indonesia tersebut membuat Fase semakin mengenal atmosfer sepak bola yang menurutnya sangat berbeda dari Eropa.
Fase sebenarnya masih ingin melanjutkan kariernya di Indonesia. Namun, cedera patah jari kaki membuat rencananya berubah.
"Saya sebenarnya ingin bertahan di Indonesia. Namun, ketika saya sudah pulih, banyak klub sudah memiliki jumlah maksimal pemain asing," jelasnya.
Kini, Fase kembali ke Bulgaria untuk memperkuat Lokomotiv Plovdiv. Ia menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama klub tersebut.