SuaraCianjur.id- Desakan Indonesia Police Watch (IPW) kepada Polri untuk mengusut soal penggunaan pesawat pribadi atau private jet oleh Brigjen Hendra Kurniawan dan anggota lainnya mendapatkan tanggapan.
Diduga Brigjen Hendra Kurniawan dan anggotanya pergi ke Jambi untuk mengunjungi keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
IPW menduga, itu berkaitan dengan temuan uang Rp155 triliun oleh PPATK dari judi online.
Maka dari itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, mengatakan pengusutan soal penggunaan pesawat jet pribadi yang dilakukan oleh Brigjen Hendra, adalah bagian kerja dari Tim Khusus (timsus) Polri, yang saat ini sedang menangani kasus pembunuha Brigadir J.
"Itu (penggunaan jet pribadi) merupakan bagian dari materi timsus ya," ucap Irjen Pol Dedi kepada media di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/9/2022), seperti mengutip dari Merdeka.com
Tak hanya itu, hal tersebut nantinya akan ditangani oleh bagian dari Biro Pengawasan dan Pembinaan Profesi (Wabprof) dari Divis Propam Mabes Polri.
"Itu merupakan bagian dari materi timsus kemudian dari Wabprof," terang Dedi.
IPW sebelumnya, menyoroti soal pemakaian jet pribadi oleh Brigjen Hendra. Termasuk soal temua PPATK mengenai adanya transaksi Rp155 triliun dari perjudian online yang mengalir ke berbagai rekening milik masyarakat, termasuk ada oknum kepolisian yang ikut terdeteksi.
IPW juga meminta soal nama berinisila RBT dan YS dalam kasus Ferdy Sambo dan Konsorsium 303. Tak hanya itu, peran mereka diminta IPW untuk segera dibongkar.
"IPW mengimbau kepada Presiden Joko Widodo untuk serius memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memproses hukum temuan aliran dana Rp155 triliun dari judi online,” ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan, Senin (19/9/2022).
Tak hanya itu, IPW juga turut mendorong kepada timsus untuk membongkar peran Ferdy Sambo ketika menjadi Kasatgassus Merah Putih. Termasuk dugaan penerimaan gratifikasi fasilitas penggunaan pesawat private jet oleh Brigjen Hendra Kurniawan.
Seperti yang diketahui, jika sosok Brigjen Hendra yang mengantarkan jenazah Brigadir J ke keluarga, usai tewas akibat ditembak.