Berkunjung ke Wisata Nimo Highland Pangalengan Dedi Mulyadi Dibuat Kesal, Parah Ada Bangunan di Atas Bukit

Suara Cianjur

Jum'at, 30 September 2022 | 16:30 WIB
Berkunjung ke Wisata Nimo Highland Pangalengan Dedi Mulyadi Dibuat Kesal, Parah Ada Bangunan di Atas Bukit
Kunjungan Dedi Mulyadi ke Pangalengan, lihat wisata kelas dunia malah bikin dirinya emosi. (Foto Istimewa / Tangkapan Layar Youtube Dedi Mulyadi)

SuaraCianjur.id- Objek wisata Nimo Highland Pangalengan, Kabupaten Bandung mendapatkan kritik pedas dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, yang dinilai tidak mencerminkan pariwisata lokal.

Kritikan tersebut disampaikan Dedi Mulyasi ketika dirinya berkunjung ke Nimo Highland. Kunjungan Dedi tersebut diunggah melalui akun Youtube miliknya pada tanggal28 September 2022 kemarin.

Dedi menilai jika bangunan yang berdiri di lokasi tersebut tidak sesuai dengan lingkungan.

"Ini bangunannya tidak sesuai dengan lingkungan," kata Dedi sambil menunjuk salah satu bangunan yang ada di Nimo Highland.

Menurut Dedi banguna tersebut tidak mencerminkan kelokalan sesuai dengan kondisi Pangalengan dengan hamparan kebun teh dan berbukit.

"Harusnya berbasis kayu atau bambu, atapnya harusnya injuk. Itu bisa tahan sampai puluhan tahun," terang Dedi.

Tak hanya itu, bangunan yang ada di Nimo Highland justru menghilangkan keindahan yang ada dan terlahir di lokasi tersebut dari awal.

"Jujur bangunan menggunakan seng seperti ini menghilangkan keindahan, keindahan alam justru hancur dengan bangunan seperti ini,"kata dia.

Yang lebih parah lagi Dedi dibuat kesal, dengan adanya bangunan yang berada di atas bukit. Menurut mantan dari Bupati Purwakarta ini mengatakan kalau bangsa Belanda dahulu, mengajarkan kearifan lokal dalam setiap proses pendirian sebuah bangunan.

baca juga

"Paling parah bangunan di bukit, padahal Belanda itu tidak memperbolehkan mendirikan bangunan di bukit," jelasnya.

Menurut Dedi Mulyadi penataan sebuah lokasi parawisata harus dilakukan dengan begitu sangat baik.

Merawat lokasi agar terus menjadi magnet dan daya Tarik pengunjung ke lokasi wisata adalah hal yang sangat sulit. Membuat orang kembali datang ke lokasi wisata sangat penting agar lokasi wisata tersebut bisa terus hidup.

"Wisata itu kalau tidak ditata dengan baik, orang akan bosan dan yang harus dipikirkan itu kesinambungan dan keberlanjutannya kedepan," terang suami dari Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ini.

Dirinya memberikan contoh, Bali bisa menjadi sektor wisata kelas dunia karena punya karakter kuat untuk melestarikan kearifan lokal.

Kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat Bali dituangkan ke dalam konsep memelihara lingkungan termasuk arsitektur.

Menurut Dedi seharusnya hal itu bisa dicontoh oleh pihak pengelola wisata yang ada di Jawa Barat, termasuk bagi para pengelola wisata Pangalengan di Kabupaten Bandung.

"Kalau tidak memiliki karakter ya ramai di awal dan ujungnya tutup," jelas Dedi.

Pentinganya memperhatikan konsep agar Kawasan wisata yang ada di Kabupaten Bandung bisa terus hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kalimat Bupati Purwakarta saat Nyanyi Aku Sudah Punya yang Baru Bikin Heboh, Makna Sebenarnya Diungkap

Kalimat Bupati Purwakarta saat Nyanyi Aku Sudah Punya yang Baru Bikin Heboh, Makna Sebenarnya Diungkap

Cianjur | Selasa, 27 September 2022 | 20:57 WIB

Bupati Purwakarta Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Curhat Dingin Kehujanan Tak Dapat Pelukan Hangat, Disindir Sule

Bupati Purwakarta Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Curhat Dingin Kehujanan Tak Dapat Pelukan Hangat, Disindir Sule

Cianjur | Selasa, 27 September 2022 | 16:56 WIB

Dorong Ridwan Kamil Masuk Bursa Capres 2024, Bocoran Parpol Pilihannya Diungkap Relawan

Dorong Ridwan Kamil Masuk Bursa Capres 2024, Bocoran Parpol Pilihannya Diungkap Relawan

Cianjur | Selasa, 27 September 2022 | 12:12 WIB

Terkini

BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK

BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK

Malang | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:39 WIB

10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI

10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Solusi Radikal: Saatnya ASEAN Terbitkan "Blue Bonds" Demi Selamatkan Pesisir

Solusi Radikal: Saatnya ASEAN Terbitkan "Blue Bonds" Demi Selamatkan Pesisir

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:35 WIB

BRI Peduli Resmikan Posyandu Matahari, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Sleman

BRI Peduli Resmikan Posyandu Matahari, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Sleman

Riau | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Strategi realme "Make Passion Real" Bangun Jembatan Menuju Pro Player Team RRQ

Strategi realme "Make Passion Real" Bangun Jembatan Menuju Pro Player Team RRQ

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:30 WIB

BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:29 WIB

BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Posyandu Matahari di Sleman

BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Posyandu Matahari di Sleman

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Bedak Setting Powder vs Finishing Powder Bedanya Apa dan Cara Pakainya

Bedak Setting Powder vs Finishing Powder Bedanya Apa dan Cara Pakainya

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak

Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Hati-hati, Jangan Termakan August Theory Kalau Nggak Mau Baper Sendirian!

Hati-hati, Jangan Termakan August Theory Kalau Nggak Mau Baper Sendirian!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17 WIB

×