Ajaibnya HP Brigadir J Hilang Entah Dimana Tapi Keluar dari Grup WhatsApp Keluarga: Selama Ini Dia Mantau

Suara Cianjur

Selasa, 08 November 2022 | 12:15 WIB
Ajaibnya HP Brigadir J Hilang Entah Dimana Tapi Keluar dari Grup WhatsApp Keluarga: Selama Ini Dia Mantau
Foto Dok. Suara.com - Yaumal

SuaraCianjur.id- Kabar aneh tapi nyata adanya diungkap oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak.

Kamaruddin mengatakan kalau nomor handphone milik Brigadir J yang selama ini entah di mana keberadaannya dan nomornya tidak aktif tiba-tiba kembali aktif.

Bahkan kata Kamaruddin nomor WhatsApp Brigadir J keluar dari grup keluarga.

Ketika mengetahui hal itu, Kamaruddin Simanjuntak mengaku langsung memberikan informasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, termasuk kepada Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto.

"Baru saja Nomor almarhum Brigadir Pol Nopriyansah Yosua Hutabarat aktif dan keluar dari grup keluarga," ungkap Kamaruddin Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (8/11/2022).

Kamaruddin meminta bantuan kepada Kapolri dan Kabareskrim, supaya nomor tersebut bisa dilacak, dan bisa ditemukan siapa pengguna nomor telepon milik almarhum.

"Mohon abang bantu melacak siapa penggunanya, ini Nomor : 0822**** secara tiba-tiba aktif dan keluar itu," terang Kamaruddin Simanjuntak.

Kamaruddin Simanjuntak mengungkap kalau kejadian tu terjadi pada hari Senin pagi, sekitar pukul 08.30 WIB.

Lantas keluarga pun mencoba untuk menghubungi nomor ponsel milik Brigadir J itu. Tapi hanya suara mesin yang menjawab.

"Sudah saya sudah coba, tapi jawabannya sedang sibuk. Jawabannya nomor itu sedang sibuk, jawaban mesin," terang Kamaruddin.

Kamaruddin kahawatir kalau nomor tersebut digunakan oleh pihak yang memantau keluarga Brigadir J melalui grup keluarga. Sehingga dirinyya meminta kepada Kapolri dan Kabareskrim untuk menyelidiki hal itu.

"Tiba-tiba dia aktif dan keluar dari grup keluarga, berarti selama ini dia mantau keluarga dong. Selama ini, dia diam-diam mantau keluarga baru pagi ini, dia keluar dari grup," ucap Kamaruddin.

Terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf di sidang kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J [Foto: Suara.com / ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan - aww]
Terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf di sidang kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J (sumber: Foto: Suara.com / ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan - aww)

Sementara itu sebelumnya dalam sidang bagi tiga terdakwa yakni Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf turut menghadirkan saksi dari karaywan perusahaan telekomunikasi Legal Counsel PT. XL AXIATA, Viktor Kamang.

Viktor memberikan kesaksian terkait apa saja yang ditangani oleh pihaknya, termasuk data percakapan pengguna dari layanan provider XL.

Viktor mengatakan, kalau pihaknya sempat menyerahkan beberapa data panggilan kepada penyidik Polri. Tapi hanya terkait isi dari percakapan Ferdy Sambo.

"Yang saya sampaikan hanya ada nomor yang bisa saya cek. Kami sampaikan sistem kami tidak bisa mengecek berdasarkan kueri nama. Hanya berdasarkan nomor saja. Kemudian nomor ini saya serahkan ke penyidik," kata Viktor dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022).

Dihadapan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Viktor mengaku dokuen yang diserahakan tersebut berupa file yang dikirim melalui email.

Termasuk file hasil dari sistem berkaitan dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor KK, yang telah dicapture turut diserahkan ke penyidik.

Tak hanya itu, Viktor juga mengatakan beberapa percakapan termasuk soal traffic sinyal dari pengguna tersebut. Termasuk milik dari Brigadir J, Susi, Kuat Ma'ruf, Richard Eliezer dan Putri Candrawathi.

"Ada saya serahkan juga sinyal, tapi hanya sampai sinyal. Penyidik juga menanyakan kalau yang lain mana. Lalu saya bilang ini hanya bisa nomor telepon. Call data record saya kueri dan tarik lalu saya serahkan ke penyidik secara terenkripsi," ucap dia.

Menurutnya data percakapan yang berada di pihak ketia, dalam artian dari aplikasi WhatsApp, tidak bisa terekam.

"Call data record, disitiu panggilan masuk, keluar, melalui telepon reguler dan sms. Diluar itu apabila ada aplikaai pihak ketiga atau whatsapp call tak terdeteksi isinya," terang Viktor. (*)

Sumber:Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pihak Bharada E Ingin WhatsApp Ferdy Sambo Dibongkar

Pihak Bharada E Ingin WhatsApp Ferdy Sambo Dibongkar

| Selasa, 08 November 2022 | 08:15 WIB

Nikita Mirzani Tertekan di Rumah Sakit, Dia Membandingkan dengan Kasus Ferdy Sambo

Nikita Mirzani Tertekan di Rumah Sakit, Dia Membandingkan dengan Kasus Ferdy Sambo

| Selasa, 08 November 2022 | 07:35 WIB

Terungkap Lagi Kebohongan Ferdy Sambo,  Nakes Bilang Tes PCR Dilakukan di Waktu Ini

Terungkap Lagi Kebohongan Ferdy Sambo, Nakes Bilang Tes PCR Dilakukan di Waktu Ini

| Senin, 07 November 2022 | 18:50 WIB

Terkini

5 Daftar Motor 'Haus Bensin' Ini Sering Bikin Pemiliknya Nyesel Meski Harganya Menggoda

5 Daftar Motor 'Haus Bensin' Ini Sering Bikin Pemiliknya Nyesel Meski Harganya Menggoda

Otomotif | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:43 WIB

Sapi Kurban Asal Depok Mengamuk di Sukabumi, Kabur ke Hutan hingga Dikepung Warga

Sapi Kurban Asal Depok Mengamuk di Sukabumi, Kabur ke Hutan hingga Dikepung Warga

Jabar | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:43 WIB

10 Pelatih Legendaris dengan Rekor Ciamik di Piala Dunia, Siapa Paling Berkesan?

10 Pelatih Legendaris dengan Rekor Ciamik di Piala Dunia, Siapa Paling Berkesan?

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:42 WIB

Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata

Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata

Malang | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:40 WIB

Lapas Narkotika Gowa Dirusak Massa, Dituding Sarang Narkoba

Lapas Narkotika Gowa Dirusak Massa, Dituding Sarang Narkoba

Sulsel | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:33 WIB

Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini

Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini

Jabar | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:32 WIB

Kuliah S1 Psikologi, Dewi Perssik Pakai Jubah biar Tak Dikenali

Kuliah S1 Psikologi, Dewi Perssik Pakai Jubah biar Tak Dikenali

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:30 WIB

Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia

Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari

Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:26 WIB