Bisnis Rumahan Modal 1 Juta, Bisa Langsung Praktek! Ini Dia 5 Tahap Jualan dengan Dana Terbatas

Suara Cianjur Suara.Com
Rabu, 01 Maret 2023 | 16:00 WIB
Bisnis Rumahan Modal 1 Juta, Bisa Langsung Praktek! Ini Dia 5 Tahap Jualan dengan Dana Terbatas
Ilustrasi cara membangun bisnis rumahan dengan modal satu juta rupiah. ((Image by Freepik))

SuaraCianjur.id - Bisnis rumahan modal 1 juta langsung praktek, emang bisa? Jawabannya tentu bisa! Ini dia 5 tahap jualan sukses dengan dana yang terbatas

Membangun usaha dari nol membutuhkan kerja keras, tekad, dan kegigihan. Tak jarang juga membutuhkan pengorbanan finansial, waktu, dan energi.

Namun, ketika usaha yang dibangun berhasil, keuntungan yang diperoleh bisa sangat besar dan memberikan kepuasan tersendiri.

Kepuasan tersebut bisa saja semakin bertambah jika usaha tersebut dibangun dari modal yang kecil. Pertanyaannya, bisakah membangun sebuah bisnis rumahan dengan modal, taruhlah, hanya 1 juta? Jawabannya, bisa saja.

Namun perlu diketahui, cara membangun bisnis dengan modal kecil itu berbeda dengan bisnis bermodalkan puluhan atau ratusan juta Rupiah.

Untuk membangun bisnis rumahan modal 1 juta, kuncinya adalah memaksimalkan modal usaha tersebut dan bergantung pada cashflow untuk mengoperasikan bisnis.

Berikut adalah 5 Tahap Jualan Efektif Secara Online, dikutip SuaraCianjur.id dari YouTube Raymond Chin Rabu (1/3/2023).

1. Tentukan Ide Bisnis (Idea)

Jika modal bisnis anda sedikit (hanya 1 juta), mewujudkan ide bisnis besar seperti membuka restoran, membuka bisnis yang memerlukan kantor fisik, atau yang membutuhkan gudang stok barang akan sulit untuk dilakukan. 

Sebaiknya, pikirkan ide bisnis yang kira-kira masih bisa dijual secara digital dan produknya tidak harus distok di tempat tertentu. Dengan ide bisnis yang kecil tapi fleksibel pun, modal kecil masih bisa dimanfaatkan untuk membangun bisnis baru.

Baca Juga: Erick Thohir Sesumbar Piala Dunia U20 Jadi Kebangkitan Sepak Bola Indonesia

Salah satu sumber ide bisnis kecil tapi fleksibel bisa ditemukan pada keseharian kita.

"Lihat makanan favorit kalian apa, atau barang yang paling sering kalian beli apa. Idenya itu biasanya yang paling realistis kalau kita mau lakuin dengan modal kecil adalah dengan produk yang dekat dengan keseharian," terang Raymond dalam videonya.

2. Lakukan Riset (Research)

Jika ide bisnisnya sudah ketemu, maka tahap selanjutnya adalah melakukan research atau riset. Salah satu kekurangan bisnis modal kecil, proses trial and error untuk menemukan racikan produk tidak bisa dilakukan semena-mena.

Sebaiknya sebelum membuat produk, lakukan terlebih dahulu riset pasar riset kompetitor.

Riset pasar adalah mencari tahu produk apa saja yang digemari di tempat anda berencana untuk berjualan. Entah itu snack, boba tea atau lainnya, cari tahu produk mana yang paling memungkinkan disukai oleh konsumen di lokasi tersebut.

Riset pasar ini pun tujuannya agar saat produk yang kita buat sudah jadi, produk tersebut bisa langsung disukai dan dibeli calon konsumen sebanyak mungkin. 

"Simpelnya bisa menanyakan langsung kepada calon konsumen, mereka butuhnya apa, senengnya apa, dan sejenisnya," jelas Raymond.

Sementara itu, riset kompetitor ini dilakukan dengan mensurvei bisnis-bisnis serupa yang sudah ada di sekitar anda.

Dari situ dicari tahu harganya rata-rata berapa, banyak yang beli atau tidak, rasanya bagaimana, packaging atau pengemasannya bagaimana, dan seterusnya.

Melalui hasil kedua riset tersebut, disarankan bagi calon pebisnis untuk menggunakan  konsep Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM). 

Cari tahu kenapa produk kompetitor bisa laku dan catat selling point-nya, lalu terapkan pada produk anda semirip dan sebagus mungkin.

3. Buat Produk dengan Sistem Pre-Order (Product)

Dalam peraturan budgeting anggaran usaha, da aturan 40:40:20, di mana 40 persen digunakan untuk Product, 40 persen untuk Marketing, dan 20 persen untuk operation.

Jika kita ambil contoh modalnya 1 juta, maka 400 ribu digunakan untuk membuat produk, 400 ribu untuk pemasaran produk, dan sisanya 200 ribu untuk biaya pengelolaan.

Perlu dicatat, menyetok barang secara massal di awal membangun bisnis sangat tidak disarankan, apalagi jika budget-nya hanya 400 ribu dari total 1 juta. 

Alokasi budget product lebih baik digunakan untuk trial & error seefisien mungkin. Buatlah produk pertama dengan mencari resep atau rumus unik sambil tetap menerapkan ATM.

Adapun untuk sistem penjualan, sangat disarankan untuk mengadopsi sistem Pre-Order (PO) atau batch, di mana konsepnya konsumen disuruh bayar di muka terlebih dahulu, baru nanti barang-nya diproduksi sesuai jumlah pesanan lalu dikirimkan.

Selain itu, usahakan produk yang dijual memiliki margin keuntungan yang sehat. Biasanya, margin profit yang sehat dipatok di kisaran 20-50 persen dari Harga Pokok Produk (HPP). 

Contoh, jika biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu bungkus basreng 40 ribu, maka harga jual yang dipatok minimal 48 ribu atau lebih.

4. Bangun Brand dan Pasarkan Produk (Marketing)

Kebanyakan orang salah paham bahwa anggaran marketing itu hanya untuk promo. Padahal, marketing itu sejatinya ada dua tahap, yakni fondasi dan distribusi.

Dalam Marketing, ada baiknya membangun dan memperkuat "tampilan utama" bisnis kalian dengan membuat logo bisnis yang menarik, mengelola akun media sosial yang dimiliki, yang semuanya bisa dimaksimalkan dengan menyewa desainer freelance yang kompeten.

Satu hal yang paling penting, bangun fondasi brand awareness terlebih dahulu dengan menawarkan kepada teman-teman atau promosi di komunitas-komunitas yang diikuti. Cara tersebut adalah cara paling murah yang bisa ditempuh.

Dengan gerakan tersebut, brand awareness pun dapat terbangun. Semakin banyak orang-orang tahu brand anda, semakin besar kemungkinan anda mendapatkan order.

5. Siapkan Dana Darurat (Operation)

Operation simpelnya merupakan pos "dana darurat" yang digunakan jika ada kendala atau kerugian yang harus ditutupi dari budget product dan marketing.

Kedepannya jika bisnis 1 juta anda berkembang, budget operation digunakan untuk pencatatan keuangan dan kebutuhan logistik.

Cashflow keuangan sangat penting untuk diterapkan agar bisnis yang anda bangun memiliki fondasi yang kuat, sehingga produksi anda terus berjalan.

Setiap keuntungan yang anda dapatkan dari PO bisnis anda bisa diputar kembali menjadi modal untuk mengembangkan bisnis anda menjadi besar, secara perlahan namun pasti. (*)

Sumber: YouTube Raymond Chin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI