SUARA CIANJUR - Muhammad Husen, pelaku pembunuhan dengan cara mutilasi dan pembuangan mayat di Semarang, telah mengakui bahwa ia menghabisi nyawa Irwan Hutagalung karena merasa sakit hati.
Irwan merupakan pemilik usaha isi ulang air minum di mana Husen bekerja.
Tubuh Irwan ditemukan dalam keadaan dimutilasi, dengan tangan dan kepala terpisah, dan tubuhnya ditimbun dengan beton.
Husen, pelaku mutilasi, mengungkapkan bahwa ia tidak merasa takut melakukannya karena tindakan tersebut sudah direncanakan dan terdapat rasa dendam terhadap bosnya yang sering memarahi dan memukul Husen.
Bahkan, KTP Husen disimpan oleh korban agar Husen tidak dapat melarikan diri. Setelah melakukan mutilasi, Husen juga mengambil uang sebesar 7 juta dari korban.
Husen menggunakan linggis untuk menusuk korban saat bosnya tertidur. Dia menusukkan linggis tersebut dua kali ke kepala korban, mengenai pipi kanan dan pelipis kiri.
Setelah itu, Husen meninggalkan korban. Namun, pada pukul 04.00 WIB, dia kembali dan melihat bahwa korban masih bernafas saat ia memotong jasadnya.
Pelaku memisahkan kepala korban dari tubuhnya, kemudian memotong bagian tangan. Pelaku memulai pemotongan dari tangan sebelah kanan, dimulai dari lengan dan melanjutkan ke bawah. (*)
SUMBER: INSTAGRAM FRIX MEDIA
Baca Juga: Masih Digodok, Ini 12 Pasal UU TNI yang Diusulkan untuk Direvisi
(*/Haekal)