Deli.Suara.com - Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang dan stimulasi lingkungan yang kurang mendukung. Hal ini ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standard.
Stunting berdampak jangka panjang hingga lanjut usia. Oleh karena itu, stunting berdampak sangat buruk bagi masa depan anak-anak. Anak stunting bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya, namun juga terganggu perkembangan otaknya.
Ini akan sangat memengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif. Penyuluh KB Utama BKKBN Siti Fathonah mengatakan, saat ini ada sekitar 6 juta anak di Indonesia yang mengalami stunting.
"Kemiskinan bukan satu-satunya faktor penyebab stunting. Namun hal yang lebih banyak menjadikan anak stunting akibat minimnya pengetahuan saat sebelum menikah, hamil dan pola asuh yang salah terhadap anak," katanya, Senin (4/7/2022).
Agar bayi yang dilahirkan tumbuh dengan sehat dan cerdas, berikut 8 tips dan langkah mencegah balita Anda mengalami stunting.
1. Lakukan pemeriksaan calon pengantin
Bagi calon pengantin perempuan terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah yang meliputi beberapa indikator pemeriksaan, yakni pemeriksaan lingkar lengan, berat badan, dan tinggi badan, pemeriksaan hemoglobin (HB) untuk mengetahui adanya anemia atau tidak.
Jika hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan hasil di bawah indikator maka calon pengantin perempuan harus melaporkan ke Puskesmas atau layanan kesehatan ibu dan anak guna mendapat treatmen.
Bagi calon pengantin pria tidak boleh merokok minimal tiga bulan sebelum pernikahan. Hal ini untuk menguatkan sperma di mana sperma pria diproduksi 75 hari sebelum dikeluarkan.
- Biznet Perluas Jaringan ke Pulau Bangka
Baca Juga
Calon pasangan pengantin juga sebaiknya mengunduh dan mendaftarkan diri di aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil) di playstore tiga bulan sebelum melangsungkan pernikahan.
2. Konsumsi makanan yang mengandung nutrisi seimbang
Selama kehamilan sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi seimbang. Jika mengalami muntah-muntah, maka sang Ibu harus mencari cara agar makanan yang mengandung nutrisi seimbang itu dapat masuk dan diserap oleh tubuh.
Gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein (baik nabati maupun hewani) sangat dianjurkan dengan porsi lebih banyak daripada karbohidrat, disamping itu juga harus dibiasakan mengkonsumsi sayur dan buah.
3. Menyusui dan ASI eksklusif
Memberikan ASI sedini mungkin sesaat setelah melahirkan juga merupakan hal penting yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting. Colostrum yang diberikan sedini mungkin dapat melindungi bayi baru lahir dari infeksi dan mengurangi resiko kematian bayi.