Deli.Suara.com - Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) buka suara soal kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Saat menggelar konferensi pers di Medan, Cipayung Plus Sumut menilai dengan berlarutnya polemik ini hanya akan menggerus kembali kepercayaan publik kepada institusi yang selalu siap sedia membantu masyarakat ini. Sabtu (6/8/2022).
"Kami menyayangkan hal tersebut bisa terjadi, seharusnya polisi menjaga ketertiban malah menjadi biang kegaduhan di masyarakat akibat peristiwa pembunuhan Brigadir J," kata
Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut, Daniel Sigalingging kepada wartawan.
Ia mengatakan kejadian ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat sehingga banyak spekulasi liar yang bermunculan. Dimulai dari kejanggalan kasus, berubah-ubahnya keterangan dan ketidaksesuaian dengan fakta di lapangan.
"Serta lamanya penanganan kasus justru menunjukkan semakin jauh dari semangat presisi, dan semakin menghilangkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut," ujar Daniel.
Dalam keterangan tertulisnya, Cipayung Plus juga berpandangan bahwa narasi dugaan pelecehan seksual terhadap istri dari mantan Kadiv Propam Ny. Putri Ferdy Sambo jika benar terjadi malah justru menunjukkan bahwa Kapolri dengan visi Presisi-nya tidak mampu mengisi nilai-nilai moral pada anggotanya.
Kemudian dari pada itu, Cipayung Plus Sumut juga menuntut agar dilakukan tes urin kepada seluruh oknum polisi yang terlibat dengan peristiwa ini dan untuk dibuka hasilnya kepada publik.
"Kami memandang bahwa sedikit saja terjadi perbedaan kronologis awal yang disampaikan dan dibandingkan dengan temuan-temuan di lapangan justru membuat adanya asumsi bahwa peristiwa ini adalah sebuah skenario besar. Juga rasanya perlu diadakan tes urin terhadap anggota Polri yang terlibat di lokasi penembakan," tambah mereka
Terakhir Cipayung Plus Sumut menegaskan dan meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja Kapolri dan meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mundur dari jabatannya.
Baca Juga: Telkomsel Pastikan Kesiapan Akses Jaringan pada Danau Toba Rally 2022
"Untuk itu, Cipayung Plus Sumatera Utara meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi serta memberhentikan Kapolri untuk menjaga wibawa institusi Polri dan kami juga meminta Kapolri untuk mundur dari jabatannya," desak Cipayung Plus.
"Dan rasanya tuntutan ini tidak berlebihan karena ini merupakan klimaks atas berbagai peristiwa negatif yang melibatkan oknum polri di berbagai wilayah Indonesia," tutup Para Ketua Umum Organisasi Mahasiswa tersebut
Konferensi pers dihadiri oleh Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara, Wira Putra, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara, Arifuddin Bone, Ketua Umum Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara, Abdul Rahman.
Ketua Umum PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara, Muhammad Tarmizi, dan juga Koordinator Wilayah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumatera Utara dan Aceh, Hendra Manurung.