Peneliti Ungkap Risiko Adanya Efek Resistensi dari Suntik Anti Penuaan

Deli Suara.Com
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:48 WIB
Peneliti Ungkap Risiko Adanya Efek Resistensi dari Suntik Anti Penuaan
Ilustrasi suntik anti penuaan. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Belum banyak yang tahu jika perawatan kulit menggunakan botulinum toxin atau suntik anti aging berulang untuk cegah kulit keriput berisiko mengalami resistensi atau kehilangan efek mengencangkan kulit.

Konsultan Dermato-venereologist dari Jakarta, Indonesia, dr. Lis Surachmiati Suseno mengatakan sunti anti aging atau suntik anti penuan, jadi salah satu obat yang sudah digunakan selama lebih dari 30 tahun hampir di seluruh dunia.

Salah satu botulinum toxin adalah onabotulinum -toxin A atau formulasi BoNT-A yang terbuat dari neurotoksin bakteri Clostridium botulinum, yang dapat merelaksasi atau melumpuhkan otot dengan cara menghambat aliran signal saraf. 

Karena formula ini berasal dari bakteri, menurut dr Lis resiko resistensi cukup tinggi apabila digunakan terus menerus dan seumur hidup, yang efeknya akan hilang dalam hitungan bulan.

“Namun, dengan penggunaan berulang, pasien akan mengalami resistensi, efeknya akan hilang lebih cepat, pada 6 bulan pertama dan kemudian diperpendek menjadi 3 hingga 4 bulan, pasien disebut sebagai secondary non responders,” jelas dr. Lis di Gandaria, Jakarta Selatan. 

Apalagi, ia juga menyoroti suntikan anti aging ini bekerja instan, karena bisa langsung menghilangkan kerutan setelah perawatan sehingga membuat pasien lebih puas.

Hasilnya, semakin banyak orang yang ingin mencobanya atau bahkan ketagihan lagi dan lagi.

“Obat ini menghambat pelepasan asetilkolin yang menyebabkan relaksasi pada otot target,” terangnya.

Karena bisa menyebabkan ketagihan hingga ingin perawatan berulang, para ahli saraf dan dokter kulit dalam penelitiannya yang dipublikasi dalam ASCEND, mendesak dokter lebih berhati-hati memberikan dan menawarkan perawatan suntik anti penuaan.

Baca Juga: Snaptik untuk Apa? Link Download Video TikTok Tanpa Watermark Terpopuler

“Mendesak dokter untuk sangat berhati-hati dalam membuat pilihan toksin botulinum untuk tujuan kosmetik dan dermatologis, karena di masa depan, obat tersebut mungkin diperlukan untuk banyak indikasi medis lainnya,” tandas dr. Lis.

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI