Deli.Suara.com – Beberapa waktu lalu, Elon Musk membuat geger publik dengan menjual parfum yang nyeleneh dan aneh. Pendiri SpaceX dan Tesla itu menjual parfum yang dinamai “burnt hair”.
Sesuai namanya, parfum itu memang dimaksudkan untuk berbau rambut terbakar.
Diketahui, produk buatannya itu diproduksi melalui salah satu perusahaannya, The Boring Company. Soal harga, melansir dari laman perusahaan, parfum “Burnt Hair” dijual seharga USD 100 termasuk pajak dan pengiriman ke seluruh dunia.
Bila dikonversikan, parfum ini harganya hanya Rp1,5 juta, terbilang standar.
Sebagai bagian dari strategi penjualan, maestro teknologi bahkan mengubah bio Twitternya menjadi “Penjual Parfum” dan dengan bersemangat menunjukkan bahwa orang dapat membayarnya dengan koin Doge jika mereka mau.
Musk bahkan memohon kepada para pengikutnya untuk membeli parfum ini agar dia bisa membeli Twiiter, perusahaan yang dia setujui untuk dibeli lagi karena dia sepertinya tidak punya pilihan lain.
“Tolong beli parfum saya, jadi saya bisa membeli Twitter,” demikian tweet-nya.
Meski awalnya dikira hanya lelucon, parfum itu kini sudah terjual habis. Dikutip dari laman Gizmodo, sebanyak 30 ribu botol parfum sudah terjual.
Meski begitu, para pembeli harus bersabar untuk mencoba parfum unik tersebut dan membuktikan apakah aromanya benar-benar seperti rambut terbakar.
Baca Juga: Massa Digital: Pengaruh dan Kekuatan Riilnya di Era Media Sosial
Pasalnya, parfum “Burnt Hair” akan mulai dikirimkan pada kuartal pertama tahun 2023.
Di situs web The Boring Company, deskripsi produk menyatakan “Sama seperti bersandar di atas lilin di meja makan, tapi tanpa semua kerja keras.”
Parfum ini juga memiliki beberapa testimonial nyeleneh seperti, “Menonjol di tengah keramaian! Menjadi perhatian saat berjalan di tengah bandara.”
Sumber: Suara.com