Partai Gerindra tidak maslah jika Partai Demokrat nantinya mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal capres di Pilpres 2024 usai hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman mengaku partainya sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Demokrat.
"Ya kami juga sebagai ini juga terbuka dan enggak ada kendala juga untuk menerima sahabat-sahabat dari Partai Demokrat ya," ujar Habiburokhman di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2023).
Kendati demikian, Habiburokhman menjelaskan bahwa Demokrat dan Gerindra masih perlu banyak dialog untuk membicarakan peluang dukungan itu lebih jauh.
"Jadi memang perlu dialog lah, perlu ngobrol, perlu ketemu dulu, baru kita bisa berpikir bagaimana kita bisa berjuang bersama-sama," tegas dia.
Lebih lanjut, Habiburokhman kilas balik mengenang dukungan yang diberikan Demokrat kepada Prabowo dua kali pada Pemilu 2014 dan 2019 lalu.
"Ya tentu kita dengan Demokrat itu sudah dua Pemilu loh. Kalau ini tiga kali berarti hattrick didukung Demokrat," imbuhnya.
Cabut dari Koalisi Perubahan
Sebelumnya, Partai Demokrat memutuskan untuk keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan jelang Pilpres 2024. Langkah itu merupakan keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat usai menggelar sidang lantaran merasa dikhianati Anies Baswedan dan Partai NasDem.
Baca Juga: Prospek Investasi di Tahun Politik dari Bos BCA
"Baru saja Majelis Tinggi Partai Demokrat dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Tinggi Partai pak SBY juga dihadiri wakil ketua MTP yaitu ketum AHY mengadakan rapat baru aja selesai dan di dalam rapat tersebut," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng dalam konferensi persnya di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/9).
Dalam sidang MTP tersebut, Andi menegaskan, hasilnya pertama Demokrat memutuskan untuk mencabut dukungan ke Anies Baswedan sebagai bacapres di Pilpres 2024.
Kemudian yang kedua, ia menegaskan, dengan dicabutnya dukungan ke Anies, Demokrat tidak lagi berada dalam Koalisi Perubahan.
"Demikian dua keputusan rapat dari Majelis Tinggi Partai yang baru saja berlangsung malam ini di Cikeas," katanya.
Adapun Anies saat ini sudah berpasangan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Keduanya sudah dideklarasikan sebagai bakal capres dan calon wakil presiden (cawapres) pada Sabtu (2/9/2023) di Surabaya, Jawa Timur.