Dipuji Tidak Terbang, Dicaci Tidak Tumbang; Terjal Langkah Shin Tae-yong Merawat Garuda Muda Mengepakan Sayap

Deli

Selasa, 12 September 2023 | 23:09 WIB
Dipuji Tidak Terbang, Dicaci Tidak Tumbang; Terjal Langkah Shin Tae-yong Merawat Garuda Muda Mengepakan Sayap
Pelatih Timnas Indonesia - Shin Tae-yong ([PSSI])

Kemenangan Timnas Indonesia atas Turkmenistan dengan skor 2-0 di babak kualifikasi Piala Asia U23 yang berlangsung di Stadion Manahan, Kota Solo pada Selasa (12/9/2023) malam, sekali lagi menjadi bukti keberhasilan Shin Tae-yong dalam mencetak generasi baru tim Garuda untuk berbicara lebih banyak di level Asia bahkan di atasnya. 

Lihat saja ketenangan pemain belakang Indonesia saat ini, yang diisi nama-nama punggawa muda, dalam mengolah si kulit bundar menjadi permainan apik.

Aksi-aksi ciamik yang dipertontonkan itu tentunya menjadi pembuktian bahwa Indonesia pantas menjadi kekuatan baru sepakbola Asia. Tentunya hal itu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari sang juru taktik asal Negeri Gingseng, Shin Tae-yong.

Nama Shin Tae-yong dalam perjalanan sepakbola Indonesia menjadi salah satu jaminan pelatih yang memiliki etos dan karakter yang kuat. Mantan Pelatih Tim Nasional Korea Selatan (Korsel) itu kini membuktikan kemampuannya mengasah pemain Indonesia menjadi jawara di Asia Tenggara. 

Meski taringnya menakhodai Timnas Indonesia belum terlalu terasah di tingkat Asia, namun Shin Tae-yong sudah memberikan prospek menjanjikan masa depan yang cerah untuk sepakbola Indonesia. 

Perjalanan Shin Tae-yong sendiri dimulai pada akhir 2019 silam. Kala itu, Shin Tae-yong menggantikan Pelatih Simon Mcmenemy. Tugas berat Shin Tae-yong sendiri dimulai dari nol dalam membangun Timnas Indonesia.

Menjadi pelatih berstatus kelas dunia, Shin Tae-yong diberi sejumlah target oleh federasi sepakbola Indonesia, PSSI yang kala itu masih di bawah kepemimpinan Muhammad Iriawan. 

Langkah berat Shin Tae-yong langsung dibebani dengan target juara Piala AFF di tahun pertamanya menjabat sebagai pelatih.

Namun apa daya, Timnas Indonesia tak mampu berbuat banyak. Tercatat selama tiga kali Piala AFF, Shin Tae-yong tidak pernah sekalipun membawa pulang tropi yang katanya bergengsi di kawasan.

baca juga

Alhasil nyinyiran hingga sindiran untuk Coach Shin berdatangan dari penjuru negeri. Bahkan, Shin Tae-yong harus berjibaku untuk membuka mindset pecinta sepakbola Indonesia yang selama ini hanya menghargai hasil ketimbang proses.

Shin Tae Yong memimpin latihan jelang hadapi Turkmenistan di Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2024. [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Spt.]
Shin Tae Yong memimpin latihan jelang hadapi Turkmenistan di Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2024. (sumber: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Spt.)

Parahnya hal itu disampaikan oleh Exco PSSI pada tahun 2020 silam. Adalah Haruna Soemitro yang menyoroti pencapaian Timnas Indonesia sebagai runner-up Piala AFF 2020. Ia menilai, pencapaian Shin Tae-yong saat itu bukan sebuah prestasi.

"Tidak penting itu sebuah proses, yang paling penting adalah hasil. Apa pun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara," kata Haruna Soemitro dalam sebuah podcast.

Selain kritik tidak membangun dari Exco PSSI di zaman sebelum kepemimpinan Erick Thohir, Shin Tae-yong juga diam-diam dibenci sejumlah pelatih klub-klub Liga Indonesia. 

Adalah Pelatih Futsal Junika Rahmat Ramadhan alias Doni Zola yang membeberkannya dalam sebuah podcast. Ia mengungkapkan, ada sebuah grup WhatsApp (WA) yang anggotanya berisikan pelatih-pelatih lokal anti dengan Shin Tae-yong.

Pernyataan Doni Zola tersebut seolah mengafirmasi dugaan selama ini, lantaran dalam beberapa kesempatan nama Shin Tae-yong kerap ramai ketika membahas local pride.

Parahnya, Shin Tae-yong disindir soal keputusannya menaturalisasi beberapa pemain yang bertujuan untuk meningkatkan level permainan Timnas Indonesia. Namun, keberadaan kabar itu direspon Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto. 

Dengan bijak legenda Persib Bandung itu menilai keberadaan grup WA tersebut menjadi hal yang wajar. 

"Seandainya benar-benar ada,  kami rasa wajar karena ada yang pro dan kontra. Tapi harus digarisbawahi kami semua punya tujuan yang sama melihat Timnas berprestasi."

Merespons adanya kritikan dari kelompok pelatih anti Shin Tae-yong ternyata membuat panas Pundit sepakbola Indonesia Justinus Laksana alias Coach Justin.

Ia menegaskan bahwa proses yang dilakukan Shin Tae-yong dengan memotong beberapa generasi pemain sepakbola Indonesia menunjukan hasil. 

Pratama Arhan (kiri) dan Marcelino Ferdinan pada kualifikasi Piala Asia U-23 [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]
Pratama Arhan (kiri) dan Marcelino Ferdinan pada kualifikasi Piala Asia U-23 (sumber: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Bukan hanya sekedar tropi Piala AFF yang selama ini menjadi patokan. Menurut Coach Justin, sejatinya sepakbola Indonesia berada di level Asia, bukan lagi ASEAN. 

Bahkan keberhasilan Shin Tae-yong membawa Timnas Indonesia senior lolos Piala Asia dan menunjukkan performa terbaiknya di sana, lebih berharga  ketimbang juara sepuluh kali Piala AFF.

"Fans kardus teriak AFF, AFF. Singapura empat kali menang AFF, enggak pernah maju ke Piala Asia. Makanya gue bilang, kita kalau lolos grup, untuk gue value-nya lebih berharga daripada 10 Piala AFF," katanya saat podcast di YouTube maenmaen.

Perkataan Coach Justin seolah menampar pelatih-pelatih yang tidak mau belajar bahwa proses berasal dari dasar. Sekaligus menguatkan bahwa persepakbolaan Indonesia harus terus mendapatkan dukungan dari lingkungannya.

Sejatinya, Shin Tae-yong tidak berjalan sendirian. Dukungan kuat suporter Timnas Garuda menjadi salah satu hal lain di luar elite sepakbola Indonesia.

Langkah Shin Tae-yong sendiri pun mendapat sokongan kuat dari para pendukung Timnas Indonesia yang percaya bahwa proses akan berbicara.

Kepercayaan itu pula yang akhirnya dibuktikan pada hari ini, saat Shin Tae-yong mengukuhkan dirinya sebagai Pelatih Timnas Garuda pertama yang berhasil membawa tiga tim Indonesia berbicara di tingkat Asia, mulai dari Timnas U-20, Timnas U-23 dan Timnas senior Indonesia yang akan berlaga di putaran final Piala Asia tahun depan.

Sebagai catatan, sejak pelatih berusia 53 tahun ini mulai mengasuh Timnas Indonesia pada 1 Januari 2020 ada Tim Garuda dalam 38 pertandingan di seluruh ajang yang dimainkan.

Dari jumlah tersebut, STY berhasil membawa Timnas Indonesia meraih 20 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan menelan sembilan kekalahan.

Bahkan dalam lima laga terakhir, Tim merah putih memetik empat kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah melawan juara dunia Argentina dengan skor 2-0.

Tentunya akan menarik untuk diamati bersama, geliat pelatih yang pernah membawa Korsel menaklukan Tim Panser dan berhasil mencetak pemain Korsel kelas dunia ini membawa Timnas Indonesia untuk naik kelas ke level dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lolos ke Piala Asia U-23 2024, Erick Thohir Bersyukur Timnas Indonesia U-23 Pertahankan Tradisi Kemenangan

Lolos ke Piala Asia U-23 2024, Erick Thohir Bersyukur Timnas Indonesia U-23 Pertahankan Tradisi Kemenangan

Bola | Selasa, 12 September 2023 | 23:05 WIB

Eks Ketum PSSI Iwan Bule Kagumi Kemajuan Timnas Indonesia di Era Kepemimpinan Erick Thohir

Eks Ketum PSSI Iwan Bule Kagumi Kemajuan Timnas Indonesia di Era Kepemimpinan Erick Thohir

Bola | Selasa, 12 September 2023 | 22:47 WIB

Erick Thohir Bersyukur Timnas Indonesia Kembali Cetak Sejarah: Kita Lolos Piala Asia U-23

Erick Thohir Bersyukur Timnas Indonesia Kembali Cetak Sejarah: Kita Lolos Piala Asia U-23

Jawa Tengah | Selasa, 12 September 2023 | 22:41 WIB

Terkini

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia

Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia

Jabar | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:55 WIB

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King

Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King

Riau | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:36 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:20 WIB

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:12 WIB

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:05 WIB

×