Tragis Karier Kompol Chuck Putranto, Anak Jenderal Polisi yang Dipecat Gara-gara Ikut Geng Sambo

Suara Denpasar

Jum'at, 02 September 2022 | 20:33 WIB
Tragis Karier Kompol Chuck Putranto, Anak Jenderal Polisi yang Dipecat Gara-gara Ikut Geng Sambo
Kompol Chuck Putranto (kiri). Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi. (38setia.com/ Suara.com)

SUARA DENPASAR – Karier Kompol Chuck Putranto, anak jenderal polisi itu seakan terhenti. Dia divonis pecat alias pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang kode etik Polri, Jumat (2/9/2022). Karier yang dibangunnya sejak lulus Akpol 2006 lenyap gara-gara ikut Geng Sambo alias mengikuti perintah atasannya, Ferdy Sambo.

Diketahui, Kompol Chuck Putranto sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri. Sedangkan Irjen Pol Ferdy adalah Kadiv Propam Polri. Keduanya sudah dicopot dari jabatannya, dan kini hanya masuk kotak di Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Bahkan, keduanya saat ini dalam posisi ditahan. Ferdy Sambo selain diguga sebagai otak pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua, juga diduga melakukan obstruction justice atau menghalangi penyidikan bersama sejumlah anak buahnya, termasuk Kompol Chuck Putranto.

Peran Kompol Chuck Putranto dalam perkara obstruction of justice pun sudah sempat dijelaskan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Asep Edi Suheri pada 19 Agustus 2022.

Brigjen Asep Edi menyebutkan, Kompol Chuck Putranto bersama Kompol Baiquni Wibowo, dan AKBP Arif Rachman Arifin berperan menerima perintah untuk melakukan pemindahan, transmisi dan melakukan perusakan DVR CCTV.

Ketiganya itu mendapat perintah dari atasannya, yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, dan Kombes Pol Agus Nurpatria.

Ferdy Sambo hingga Kompol Chuck Putranto pun dijerat menggunakan Pasal 32 dan Pasal 33 UU ITE, Pasal 221, Pasal 223 KUHP, Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam pidana 10 tahun penjara.

“Ancamannya lumayan tinggi,” kata Asep Edi kala itu.

Jauh sebelum menjadi pesakitan di Sidang Kode Etik Polri, Kompol Chuck Putranto melalui proses menjadi polisi dari jenjang elit. Yakni melalui Akpol dan tamat tahun 2006. Bukan hanya jenjang elit saja, dia juga memiliki orang tua yang juga seorang jenderal polisi.

Ayahnya adalah Brigjen (Purn) Tri Utoyo. Kini sudah almarhum. Bukan hanya dia, adiknya, Bayu Putra Semara, juga seorang perwira polisi. Saat ini Bayu Semara yang selisih dua tahun dari Kompol Chuck Putranto juga menyandang pangkat Kompol dan bertugas sebagai Kasubdit Jatanras Polda Sumut.

Bicara soal ayah dari Chuck Putranto, memang sudah meninggal dunia pada 27 Oktober 2018. Jabatan yang pernah diemban sang ayah salah satunya adalah sebagaimana tercatatn, pada 2010 dia masih menjadi Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Utama Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN RI adalah Komjen Gories Mere.

Brigjen Tri Utoyo memiliki empat anak. Dua anaknya yang nomor 2 dan 3 menjadi polisi, mengikuti jejak sang ayah. Yakni Chuck Putranto dan Bayu Putra Samara. Kompol Chuck Putranto lahir di Torata Sulawesi Selatan, 7 Maret 1984. Sedangkan adiknya, Kompol Bayu Putra Samara berusia dua tahun lebih muda.

Ini terungkap dari putusan pengadilan terkait ahli waris Tri Utoyo. Ahli waris itu jatuh ke istrinya, Connie Madika, dan keempat anaknya. 

Setelah lulus dari Akpol 2006, Chuck Putranto pun cenderung di bidang reserse. Lima tahun kemudian, dia menjadi Kapolsek Manggar di Polres Belitung Timur (2011). Saat itu dia sudah berpangkat Iptu.

Ia pernah tergabung dalam Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Satgas ini di bawah Bareskrim Polri. Saat itu, Ferdy Sambo juga ada di Dittipdum Bareskrim Polri.

Dia kemudian menjadi Kasat Reskrim Polres Belitung Timur, hingga Kepala Sub Unit II Sub Direktorat III Dirtipdum Bareskrim Polri apda 2016. Dia ikut menangani kasus perdagangan ginjal manusia.

Terakhir dia ikut Ferdy Sambo sebagai PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri. Namun, anak jenderal itu pun berada di ujung tanduk. Karier yang dibangunnya sejak 16 tahun lalu seakan sirna gara-gara ikut perintah Ferdy Sambo. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sosok Brigjen Tri Utoyo, Ayah Kompol Chuck Putranto, Anak Buah Gories Mere di BNN, Punya Menantu Kapolres

Sosok Brigjen Tri Utoyo, Ayah Kompol Chuck Putranto, Anak Buah Gories Mere di BNN, Punya Menantu Kapolres

Denpasar | Sabtu, 03 September 2022 | 10:21 WIB

Kompol Chuck Putranto Anak Buah Ferdy Sambo Dipecat, Hasil Sidang Komisi Etik Polri

Kompol Chuck Putranto Anak Buah Ferdy Sambo Dipecat, Hasil Sidang Komisi Etik Polri

Denpasar | Jum'at, 02 September 2022 | 16:17 WIB

Sosok AKP Irfan Widyanto, Tersangka Ke-7 Obstruction of Justice Gegara Ferdy Sambo, Akpol Terbaik 2010

Sosok AKP Irfan Widyanto, Tersangka Ke-7 Obstruction of Justice Gegara Ferdy Sambo, Akpol Terbaik 2010

Denpasar | Jum'at, 02 September 2022 | 15:39 WIB

GENG SAMBO! Brigjen Hendra, Kombes Agus, AKBP Arif, Kompol Baiquni dan Kompol Chuck Terancam

GENG SAMBO! Brigjen Hendra, Kombes Agus, AKBP Arif, Kompol Baiquni dan Kompol Chuck Terancam

Denpasar | Minggu, 21 Agustus 2022 | 01:34 WIB

Terkini

Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drakor Embassy for Foreign Monsters in Korea

Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drakor Embassy for Foreign Monsters in Korea

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:50 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

70 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 Juni 2026: Sikat Jersey CR7, Diamond, dan Gloo Wall

70 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 Juni 2026: Sikat Jersey CR7, Diamond, dan Gloo Wall

Tekno | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:46 WIB

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:43 WIB

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:42 WIB

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:34 WIB

Pelaku Penembakan dan Penyerangan Sejumlah Pekerja di Inhu Dibekuk di Batam

Pelaku Penembakan dan Penyerangan Sejumlah Pekerja di Inhu Dibekuk di Batam

Riau | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:32 WIB

Ternyata Budaya Kopi Palembang Dipengaruhi Arab, India, Persia dan Tiongkok

Ternyata Budaya Kopi Palembang Dipengaruhi Arab, India, Persia dan Tiongkok

Sumsel | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:31 WIB

Recommendation from Mr. Iwamoto: Aksi Militer dengan Unsur Supranatural

Recommendation from Mr. Iwamoto: Aksi Militer dengan Unsur Supranatural

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:25 WIB

Cara Mendeteksi Alat Pelacak Tersembunyi Pakai HP Tanpa Aplikasi, Aktifkan Notifikasi Otomatis

Cara Mendeteksi Alat Pelacak Tersembunyi Pakai HP Tanpa Aplikasi, Aktifkan Notifikasi Otomatis

Tekno | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:20 WIB