Suara Denpasar - Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kepala Unit di salah satu Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bangli ditindaklanjuti penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejari Bangli. Seorang tersangka yang tiada lain oknum Kepala Unit berinisial I Putu AWS ditetapkan sebagai tersangka.
Setelah melakukan penyelidikan dan gelar perkara, penyidik Kejati Bali meyakini bahwa ada perbuatan melawan hukum yang melibatkan pejabat bank plat merah Cabang Bangli.
"Sehingga oleh Pidsus Kejati Bali, penyidikan dilimpahkan ke Kejari Bangli," dsmikian kata Kasipenkum Kejati Bali, A. Luga Harlianto, Kamis (17/11/22).
Sementara itu Aspidsus Kejati Bali, Agus Eko Purnomo mengatakan, modus tersangka adalah lewat program atau produk perbankan. Salah satunya kredit yang bertujuan untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha mikro.
"Pada tahun 2020 sebuah bank Cabang Bangli itu dalam pengelolaan program atau produk perbankan diduga terdapat potensi tindak pidana korupsi," papar dia.
Diduga I Putu AWS karyawan menilai dana nasabah sekitar Rp 900 juta. "Putu AWS menerima setoran pelunasan dari debitur yang diterima secara tunai namun tidak disetorkan untuk pelunasan kredit melainkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi," demikian ungkapnya.
Selain itu yang bersangkutan juga diduga melakukan penarikan simpanan tanpa sepengetahuan nasabah dan terdapat pemindahbukuan terhadap saldo rekening tabungan tanpa sepengetahuan nasabah.
"Ini dikakukan saudara Putu AWS selama menjabat sebagai Kepala Unit di salah satu bank di Bangli, dengan pemindahbukuan sekitar Rp 1,3 miliar," ujarnya.
Dana sebesar itu juga digunakan untuk kepentingan pribadi dengan cara meminta teller melakukan transaksi pemindahbukuan terhadap saldo pada rekening nasabah.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi PT Waskita Beton
Di samping itu ada juga pengembalian agunan kredit kepada debitur yang belum lunas dan penarikan saldo agunan cashcoll berjumlah sekitar Rp.683 jutaan.
Transaksi lainnya terkait pencairan pinjaman dan pelunasan kredit nasabah yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi Putu AWS, kata jaksa, sekitar Rp 2,4 miliar.
"Awalnya total potensi kerugian keuangan negara Rp 5,5 miliar," tukasnya. Namun setelah dilakukan audit maka kerugian BRI Unit Cabang Bangli yakni Unit Kintamani dan Catur Rp 3,2 miliar. ***