Gempa Cianjur Makan Korban Ratusan Orang, Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Setempat Evaluasi Konstruksi Tata Ruang Daerah Puncak

Suara Denpasar | Suara.com

Rabu, 23 November 2022 | 07:46 WIB
Gempa Cianjur Makan Korban Ratusan Orang, Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Setempat Evaluasi Konstruksi Tata Ruang Daerah Puncak
anggota DPRI Kang Dedi Mulyadi yang turun memberikan bantuan terhadap korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. (Instagram)

Suara Denpasar – Gempa berkekuatan 5,6 skala ricter yang terjadi di Cianjur Jawa Barat dengan mengakibatkan 268 orang meninggal dunia. Membuat anggota DPRI Kang Dedi Mulyadi ikut prihatin dengan musibah bencana alam tersebut.

Pasca gempa terjadi Senin (21/11/2022), Dedi Mulyadi langsung turun memberikan bantuan kepada sejumlah warga yang berada di daerah Cianjur.

Selain kebutuhan seperti nasi dan makanan siap saji diberikan kepada warga Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan obat dan makanan kepada korban gempa.

Melihat banyak korban yang berjatuhan dari meninggal dunia hingga mengalami luka-luka. Pria yang kini digugutan cerai istrinya Anne Ratna Mustika mengaku prihatin dengan duka ini.

Pihaknya tentu menyampaikan duka mendalam kepada seluruh warga Cianjur yang mendapat musibah. Ada saudara, kakak, adiknya, bapak dan banyak hilang dan meninggal dunia. “Kami ikut berbela sungkawa,” kata Dedi Mulyadi.

Yang kedua pasca gempa bumi Cianjur ini, karena dirinya melihat kondisi reruntuhan dan korban di lapangan.

Dedi Mulyadi mengaku situasi reruntuhan sangat mengerikan, kontur bangunan mengerikan dan sangat tinggi. “Kita tahu bersama bangunan daerah puncak semakin naik,” tuturnya.

Yang kedua dari segi kontruksi tata ruang. Ini jadi bahan renungan kita untuk tidak ragu lagi dan kedepan Pemerintah Cianjur melakukan evaluasi kontruksi bangunan itu terutama daerah puncak.

Tidak terus menerus mengambil resiko yang tinggi dengan semakin banyaknya bangunan menuju arah puncak (bukit).

Hutan diatas sudah mulai berkurang pohonnya dipakai untuk bangunan, dibawah penuh bangunan, ketika ada air tidak ada resapan, masuk ada guncangan gempa romboh semua. “Ini problem yang dihadapi, saatnya evaluasi,” jelasnya.

“Termasuk pula tidak lagi ada pemasangan baliho-baliho besar pada daerah rawan gempa. Ini juga harus dilakukan evaluasi kedepan,” sambungnya.

Pasca kejadian gempa bumi ini warga atau korban yang paling dibutuhkan adalah suplay makanan siap saji. “Obat-obatan dan mobilisasi ambulans agar korban gempa bisa ditolong,” imbuhnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fakta-fakta Sesar Cimandiri: Sumber Gempa di Jawa Barat, Terbentuk Puluhan Juta Tahun Lalu

Fakta-fakta Sesar Cimandiri: Sumber Gempa di Jawa Barat, Terbentuk Puluhan Juta Tahun Lalu

News | Rabu, 23 November 2022 | 07:43 WIB

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas di Tenda Pengungsian Korban Gempa Cianjur, Bahas Ini!

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas di Tenda Pengungsian Korban Gempa Cianjur, Bahas Ini!

Your Say | Rabu, 23 November 2022 | 07:17 WIB

Kisah dari Desa di Cianjur yang Terisolasi dan Berantakan

Kisah dari Desa di Cianjur yang Terisolasi dan Berantakan

News | Rabu, 23 November 2022 | 07:13 WIB

Terkini

7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor

7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor

Jakarta | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:43 WIB

5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

Jakarta | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:22 WIB

HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua

HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua

Sumut | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:21 WIB

Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Kalbar | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:02 WIB

Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!

Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:00 WIB

Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang

Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:43 WIB

Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu

Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:34 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi

Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi

Jatim | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:14 WIB

Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026

Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:05 WIB

Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius

Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:03 WIB