Suara Denpasar – Pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni tidak meragukan Lionel Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa setelah membawa Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2022 Qatar.
Pada laga yang mentas di Lusail Stadium itu, Lionel Messi bermain luar biasa dengan terlibat dalam seluruh tiga gol ke gawang Kroasia di laga semifinal yang berlangsung dini hari tadi.
Bagi sebagian orang, klaim Messi sebagai yang terbaik sepanjang masa kurang lengkap gelar juara Piala Dunia. Namun tidak bagi Lionel Scaloni.
“Mungkin ini terdengar egois. Saya tidak ragu untuk bilang bahwa Dia adalah yang terbaik dalam sejarah. Saya mendapatkan keuntungan melatih dan melihatnya bermain.
“Setiap kali Anda melihatnya bermain, rekan-rekan yang lain pasti termotivasi. Tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi soal Messi. Sebuah kehormatan Dia berada di dalam skuad ini,” ucap Scaloni.
Messi tentu saja menjadi fokus pembicaraan, namun peran Julian Alvarez juga sangat krusial pada laga kontra Kroasia.
Namun Scaloni juga menyoroti pentingnya kerja keras dan pergerakan yang ditunjukkan oleh Alvarez di sepanjang laga.
“Julian sangat brilian, bukan hanya mencetak dua gol, namun juga karena sangat membantu lini tengah. Terkadang Kami bermain dengan dua gelandang karena pemain lain harus menutup pergerakan lawan.
“Mereka juga harus menutup pergerakan pemain sayap lawan dan Dia menunjukkan intelegensi yang sangat luar biasa,” lanjut sang pelatih.
Baca Juga: "Aku Malu", Kiki Amalia Akui Telah Melawan Arus hingga Alami Hal Ini yang Membuatnya Trauma
Meskipun masih berusia sangat belia, Scaloni menyanjung Alvarez karena memberikan segala kemampuannya di lapangan.
“Dengan usianya yang masih muda, peran yang ditampilkannya sangat normal karena Dia ingin memberikan segalanya di atas lapangan.
“Kami sangat senang karena Dia bisa mencetak gol, dimana hal tersebut sangat penting untuk striker sepertinya,” ujar eks pemain Deportivo La Coruna itu.
Sukses mengantarkan Albiceleste ke partai puncak Piala Dunia, Scaloni sejajar dengan beberapa pelatih legendaris Argentina seperti Alejandro Sabella, Carlos Bilardo, dan Cesar Luis Menotti.
Namun Scaloni mengungkapkan dirinya belum pantas disejajarkan dengan nama-nama besar di atas.
“Ya, sangat luar biasa mencapai partai final, namun Saya tidak bisa dibandingkan dengan tiga nama tersebut karena mereka adalah sejarah tim nasional.