Suara Denpasar - Kasus seorang wisatawan asal Depok yang berfoto di Pura Ulun Danu Batur, dengan berpose menunjukkan jari tengah, berlanjut dengan pasangan suami istri tersebut di undang oleh calon anggota DPD RI, Ni Luh Djelantik, di sebuah kanal youtube @VNStory. Pada hari Selasa (21/2/2023).
Kasus ini berawal saat ada pasangan yang sedang berkunjung ke Pura Ulun Danu Batur, mereka berfoto di depan Pura dengan menunjukan jari tengah. Hal ini menuai polemik sehingga mbok Ni Luh Djelantik ingin bertemu dengan pasangan tersebut.
Dengan difasilitasi oleh kanal Youtube @VNStory, akhirnya mbok Ni Luh Djelantik dapat bertemu dengan pasangan yang mengaku berasal dari Depok tersebut.
Pada awal video kedua belah pihak belum saling mengonfrontir, sehingga situasi pertemuan masih tenang. Serta, mbok Ni Luh Djelantik masih menjelaskan tentang permasalahan yang terjadi karena pose foto mereka di Pura Ulun Danu Batur.
Pada menit ke 21:56 si suami mengutarakan pendapatnya soal foto dirinya dengan sang istri di depan pura tersebut.
"Maaf ya, mbak Ni Luh, saya itu foto seperti itu, dan itu nggak satu. Sebelumnya pun banyak" tanggapnya soal foto dirinya yang menunjukan jari tengah bersama sang istri di salah satu pura.
Mbok Ni Luh Djelantik menanggapi perkataan suami dari Farah Sayidi.
"Akan menjadi urusan ku, kalau itu dilakukan di tempat suci kami. Terlepas dari kalian paham atau tidak tentang makna jari tengah tersebut seperti apa" kata Ni Luh Djelantik menanggapi perkataan suami Farah Sayidi.
Lalu Farah Sayidi menimpali saat mbok Ni Luh Djelantik sedang berbicara dengan pertanyaan.
Baca Juga: 4 Tips Fitness untuk Pemula Menurut Instruktur Gym, Yuk Konsisten!
"Di agama mana ada peraturan larangan jari tengah itu?" tanya Farah atau yang akrab disapa Queen Zibril tersebut kepada Ni Luh Djelantik.
Lalu mbok Ni Luh Djelantik menjawab, "Itu sudah menjadi norma baku."
Belum selesai Mbok Ni Luh menjelaskan, Farah Sayidi kembali melontarkan pandangannya soal masalahnya.
"Tapi tidak ada pemberitahuan pakai plang atau spanduk juga atau baliho, dilarang di situ berfoto dengan jari tengah," tegasnya soal foto dirinya dengan pose menunjukan jari tengah.
Lalu, mbok Ni Luh Djelantik dengan suara tegas dan lugas sembari berteriak mengucapkan, "Kalau kamu punya otak!"
Farah Sayidi, melontarkan pembenaran dengan mengatakan kalau dia diizinkan berfoto oleh seseorang yang menyewakan sarung.
Lalu mbok Ni Luh bertanya soal apakah dia diizinkan untuk berfoto dengan menunjukan jari tengah oleh seseorang yang menyewakan sarung. Menanggapi hal tersebut Farah menyatakan kalau ia berfoto dengan pose sama di salah satu Masjid, namun tidak menuai protes.
Pada menit ke 26:28, dia menyatakan kalau dia juga pernah berfoto dengan menunjukkan dengan jari tengah saat menjadi Duta Pariwisata Lombok.
"Tidak akan mau saya minta maaf!" dengan tegas Farah Sayidi menyatakan hal tersebut.
"Di agama saya saja, tidak ada yang memarahi saya" tambahnya.
Saat memasuki pertengan video, Farah Sayidi dan Suami memutuskan untuk pulang karena merasa dipaksa untuk melakukan permintaan maaf. Serta saat akan memasuki kendaraannya Ni Luh Djelantik mengatakan kasus ini akan ia bawa ke pihak berwajib, Farah menanggapi dengan siap dipenjarakan. (*/Dinda)