Suara Denpasar – Akibat harga BBM yang tinggi produk tunai menurun dibanding tahun 2021. Pos Pelayanan Kapal Ikan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Benoa, Denpasar, mencatat produksi tuna di Bali pada 2022 mencapai 27.037, sementara tahun 2021 ada 32.511 ton.
"Harga BBM tinggi, banyak kapal yang frekuensi melautnya juga turun," kata Kepala PPN Pengambengan Andi Mannojengi yang dikutip dari Antara, Selasa (9/5/2023).
Andi mengatakan jika unit yang ada di Pelabuhan Umum Benoa itu melayani hampir 1.000 unit kapal ikan. Namun, sebagian besar dari kapal perikanan tangkap itu merupakan kapal berukuran di atas 30 gross ton (GT) yang tidak mendapatkan subsidi BBM.
Sementara, subsidi BBM baru bisa didapatkan oleh kapal ikan yang berukuran lebih kecil di bawah 30 GT.
Produksi tuna pada 2021 termasuk tinggi jika dibandingkan pada 2020 mencapai 20.184 ton. Dari sejumlah hasil perairan laut lepas yang didaratkan di Bali tersebut, kemudian juga diekspor ke Jepang dan sejumlah negara di Eropa.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali Putu Sumardiana mengatakan kebanyakan kapal tuna di Bali berukuran di atas 30 GT, sehingga tidak mendapatkan subsidi BBM dari pemerintah. Sementara izin kapal ikan di atas 30 GT yang beroperasi di Benoa itu, kata dia, memiliki izin pusat.
"Langkah kami mencoba berkoordinasi dengan BPH Migas terkait BBM untuk nelayan terutama yang memiliki kartu Kusuka, apa ada kebijakan, ini yang akan kami koordinasikan," Ujar Sumardiana.
Kartu Kusuka merupakan kartu identitas tunggal pelaku usaha kelautan dan perikanan di Indonesia yang diterbitkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kartu ini tidak hanya dimiliki oleh nelayan, tetapi juga pembudi daya ikan, pengolah ikan, pemasar perikanan hingga penyedia jasa pengiriman produk kelautan dan perikanan.
Sementara itu, pelabuhan Benoa adalah salah satu dari empat pelabuhan perikanan di Indonesia sebagai lokasi bersandarnya kapal perikanan dan kapal pengangkut ikan berbendera asing. Sementara, tiga pelabuhan lainnya adalah Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman di DKI Jakarta, PPS Bitung di Sulawesi Utara, dan PPS Bungus di Sumatera Barat.
Baca Juga: Promo Film Terbaru! Eh Amanda Rawles Keceplosan Curhat: 'Mau Nikah Tapi...'
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, nilai ekspor Bali pada Maret 2023 mencapai 51,8 juta dolar AS, hampir sama dengan capaian periode sama 2022.
Untuk produk yang paling banyak diekspor dari Bali adalah ikan, krustasea (udang-udangan) dan moluska (kerang) sebesar 25 persen dari total ekspor pada Maret 2023 atau hampir 13 juta dolar AS. (*)