Ombudsman Anggap Bali Darurat Pemerkosaan: Harusnya Diatensi Khusus

Suara Denpasar

Kamis, 31 Agustus 2023 | 14:40 WIB
Ombudsman Anggap Bali Darurat Pemerkosaan: Harusnya Diatensi Khusus
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Sri Widhiyanti. (Suara Denpasar/ Rovin Bou)

Suara Denpasar - Akhir-akhir ini Bali dihebohkan demgan kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Parahnya lagi pelaku adalah keluarga korban.

Seperti kasus yang ditangani oleh Polres Buleleng saat ini. Seorang bocah 7 tahun diperkosa oleh kakek, paman dan tetangga korban sampai korban tertular penyakit kelamin

Di Polresta Denpasar juga baru-baru ini mengungkap kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang buruh bangunan kepada seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 3. Pemerkosaan itu dilakukan sejak tahun 2019 dan baru terungkap tahun 2023.

Polres Badung, dan beberapa Polres lain pun mengungkap kasus yang sama. Sebagian pelakunya adalah keluarga korban dan terjadi pada anak di bawah umur. 

Hal tersebut yang menurut Ombudsman RI Perwakilan Bali menganggap Bali darurat kekerasan seksual terhadap anak. Sehingga perlu mendapat atensi khusus dari instansi terkait. 

"Jangan sampai hal seperti ini menjadi sesuatu hal yang dianggap biasa, tidak menjadi perhatian yang serius karena dianggap bukan kejahatan yang spektakuler seperti narkoba dan sebagainya," ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Sri Widhiyanti kepada Suara Denpasar, Kamis (31/8/2023).

"Tapi justu memang kejahatan seksual seperti inilah yang harusnya juga benar-benar diatensi khusus karena ini kan harusnya sudah jadi darurat karena ternyata di Bali akhir-akhir ini kok terus terjadi, ada apa," sambung Sri Widhiyanti.

Lebih lanjut, Sri Widhiyanti meminta dan mendorong agar pihak kepolisian tetap serius menangani persoalan kekerasan seksual terhadap anak yang sedang marak terjadi di Bali saat ini. 

"Kita mendorong aparat penegak hukum tetap serius menangani persoalan kejahatan yang menurut kita ini adalah kejahatan seksual, ini kejahatan luar biasa juga. Jadi kalau bisa harus membuat efek jera kepada pelaku sehingga rasa perlindungan kepada masyarakat itu benar-benar bisa lebih terjamin," tegasnya.

baca juga

Selain itu, Sri Widiastini memintanya dinas-dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya agar lebih giat memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kekerasan seksual tersebut. 

Apalagi lanjut dia, pelakunya masih keluarga dan korbannya masih di bawah umur. Sehingga masyarakat perlu diberikan pemahaman lewat sosialisasi dan pendekatan lainnya. 

"Kalau bisa sih memang pembinaan-pembinaan ke tingkat masyarakat sehingga tidak jerjadi hal-hal seperti ini. Sebenarnya fungsi pengawasan seperti ini kan ada di aparat yang paling terbawah, dan itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang ada sampai ke tingkat Kabupaten/kota," tandas Sri Widiastini.(*/Ana AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPPAD Bali Sebut Terpidana Pemerkosaan Tidak Layak Diberikan Remisi Tahanan

KPPAD Bali Sebut Terpidana Pemerkosaan Tidak Layak Diberikan Remisi Tahanan

Denpasar | Rabu, 30 Agustus 2023 | 17:15 WIB

Marak Pemerkosaan, KPPAD Bali Minta Pelaku Dihukum Kebiri

Marak Pemerkosaan, KPPAD Bali Minta Pelaku Dihukum Kebiri

Denpasar | Rabu, 30 Agustus 2023 | 14:31 WIB

Terkini

KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu 9 Jam, Lima Koper Barang Bukti Dibawa ke Jakarta

KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu 9 Jam, Lima Koper Barang Bukti Dibawa ke Jakarta

Sumsel | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:39 WIB

Saldo BRIPoin BRImerchant Mendadak Jadi 0? Jangan Panik, Ini Penjelasan Resmi BRI

Saldo BRIPoin BRImerchant Mendadak Jadi 0? Jangan Panik, Ini Penjelasan Resmi BRI

Bri | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:30 WIB

Tayang 9 Oktober, Avatar: Seven Havens Hadirkan Avatar Baru Penerus Korra

Tayang 9 Oktober, Avatar: Seven Havens Hadirkan Avatar Baru Penerus Korra

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:30 WIB

Viral Alphard Terobos Lampu Merah, Polisi Bongkar Pelat Palsu dan Langsung Tilang Pengemudi

Viral Alphard Terobos Lampu Merah, Polisi Bongkar Pelat Palsu dan Langsung Tilang Pengemudi

Jakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:28 WIB

Adaptasi Perang Kargil, Operation Safed Sagar Tayang 7 Agustus di Netflix

Adaptasi Perang Kargil, Operation Safed Sagar Tayang 7 Agustus di Netflix

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:25 WIB

Somethinc Calm Down! Skinpair Moisturizer untuk Kulit Apa? Simak Ulasan Lengkapnya di Sini

Somethinc Calm Down! Skinpair Moisturizer untuk Kulit Apa? Simak Ulasan Lengkapnya di Sini

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:23 WIB

Harga Emas Antam Bangkit! Naik Rp 7.000 per Gram Usai Anjlok Tajam Sehari Sebelumnya

Harga Emas Antam Bangkit! Naik Rp 7.000 per Gram Usai Anjlok Tajam Sehari Sebelumnya

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:21 WIB

Demokrat Sumbar Pasang Target Rebut Kembali Kursi DPR RI yang Hilang

Demokrat Sumbar Pasang Target Rebut Kembali Kursi DPR RI yang Hilang

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:21 WIB

Soal Emas 74 Kg dan Uang Dikaitkan ke Febrie Adriansyah, Pengacara Don Ritto Nilai Kejagung Prematur

Soal Emas 74 Kg dan Uang Dikaitkan ke Febrie Adriansyah, Pengacara Don Ritto Nilai Kejagung Prematur

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:19 WIB

Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional

Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional

Jawa Tengah | Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:18 WIB

×