Suara Denpasar - Aksi demonstrasi pemilik lahan tambang di Kabupaten Pohuwato, Kamis 21 September 2023 berujung ricuh. Selain merusak kantor perusahaan tambang dan Kantor DPRD. Massa yang anarkis juga membakar Kantor Bupati Pohuwato.
Beruntung aksi amuk massa tersebut tak berlangsung lama dan kini kondisi di kabupaten yang berada di ujung barat Provinsi Gorontalo yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah tersebut sudah kondusif.
Dalam tayangan video di akun TikTok @cctvdotcom yang dikutip denpasar.suara.com, Sabtu 23 September 2023.
Amuk massa ini berawal dari pernyataan Ketua DPRD Pohuwato. Di mana warga yang menuntut ganti rugi lahan harus memiliki sertifikat yang sah. Inilah yang menyulut emosi warga.
Sebelumnya seperti dikutip dari Antara, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Sandi Nugroho menjelaskan bahwa kondisi di tempat kejadian perkara surah kondusif. "Situasi sudah kondusif," ungkapnya.
Polri menghimbau kepada masyarakat untuk mengedepankan komunikasi dan mediasi dalam menyelesaikan suatu masalah. Jangan anarkis yang berujung perusakan atau malah pembakaran kantor yang notabene dibangun dari uang rakyat.
"Indonesia sebagai bangsa yang beradab itu mengedepankan komunikasi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah dengan damai," tukasnya.
Setidaknya lima orang pengunjuk rasa diamankan dalam kasus ini. Di mana petugas kepolisian sedang mendata kerusakan yang terjadi.
Pastinya Kantor Bupati Pohuwato dibakar massa. Sedangkan Kantor DPRD dan rumah jabatan (Rujab) Bupati Pohuwato mengalami kerusakan akibat lemparan batu. ***
Baca Juga: Iriana Jokowi Pimpin Istri Kabinet Liburan Akhir Pekan di Bali