Curhat Nelayan Lombok, Merana Akibat Dilegalkannya Penambangan Pasir Laut

Suara Denpasar

Kamis, 12 Oktober 2023 | 08:00 WIB
Curhat Nelayan Lombok, Merana Akibat Dilegalkannya Penambangan Pasir Laut
Ilustrasi nelayan tradisional.(pixabay)

Suara Denpasar - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara Pulau dan Kepulauan atau Archipelagic and Island State (AIS) Forum 2023 di Bali dinilai hanya "pemanis" di atas kertas. Di samping kabar ironis soal beberapa pulau kecil di Indonesia yang nyaris tenggelam.

Ada lagi curhatan nelayan asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Adalah Amin Abdullah, nelayan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa KTT AIS 2023 tidak akan bermanfaat bagi kehidupan nelayan tradisional di Indonesia selama pemerintah tidak mau menghentikan seluruh proyek yang merusak wilayah pesisir, laut, dan pulau kecil, seperti pertambangan pasir laut yang kini dilegalisasi oleh PP No. 26 Tahun 2023.

Menurut Amin, kehidupan nelayan kini semakin sulit akibat dampak krisis iklim. Salah satu dampak dari krisis iklii, banyak nelayan tradisional di Lombok Timur harus melaut semakin jauh untuk menangkap ikan sampai ke perairan Sumba.

“Situasi di lapangan semakin buruk. Nelayan harus menghadapi krisis iklim pada satu sisi. Di sisi lain, mereka harus berhadapan dengan dampak pertambangan pasir laut yang dulu pernah dialokasikan untuk reklamasi Teluk Benoa,” tegasnya.

Dalam catatan Amin yang merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Sumber Daya Nelayan (LPSDN), kehidupan nelayan juga semakin sulit sejak disahkannya UU Cipta Kerja dan PP No. 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan terukur, nelayan tradisional harus mengurus perizinan yang sangat rumit.

“Kita bisa bayangkan, bagaimana nelayan mengurus perizinan yang begitu banyak, mulai dari izin kapal yang sangat rumit, izin penangkapan ikan, sampai izin untuk mendapatkan kuota pengangkatan ikan,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Amin, KTT AIS 2023 jelas-jelas tidak akan memberikan dampak positif apapun bagi kehidupan nelayan tradisional yang setiap hari harus berjuang melawan dampak krisis iklim dan buruknya tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan.

“Berbagai macam pertemuan internasional di Indonesia, seperti KTT AIS 2023 ini, tetap akan mempersulit kehidupan nelayan tradisional di Indonesia,” sebut dia. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonomi Biru Tata Kelola Laut untuk Siapa? WALHI Nilai Untungkan Kapitalis

Ekonomi Biru Tata Kelola Laut untuk Siapa? WALHI Nilai Untungkan Kapitalis

| Kamis, 12 Oktober 2023 | 07:55 WIB

Berlangsung di Bali, Delegasi KTT AIS Harus Lihat Proyek Perusak Alam Pulau Dewata

Berlangsung di Bali, Delegasi KTT AIS Harus Lihat Proyek Perusak Alam Pulau Dewata

| Kamis, 12 Oktober 2023 | 07:51 WIB

Terkini

Empat Hari Hilang, Begini Kronologi Wanita Muara Enim yang Tewas dan Jasadnya Dibakar Mantan Pacar

Empat Hari Hilang, Begini Kronologi Wanita Muara Enim yang Tewas dan Jasadnya Dibakar Mantan Pacar

Sumsel | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:10 WIB

QLola by BRI Dukung Payroll Perusahaan Lebih Cepat dan Minim Human Error

QLola by BRI Dukung Payroll Perusahaan Lebih Cepat dan Minim Human Error

Bali | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:07 WIB

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:06 WIB

Jangan Berakhir di Tempat Sampah! Simak Ide Kreatif Ubah Kemasan Belanja Online Jadi Cuan

Jangan Berakhir di Tempat Sampah! Simak Ide Kreatif Ubah Kemasan Belanja Online Jadi Cuan

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:05 WIB

Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:05 WIB

Solusi Payroll Terintegrasi Dari QLola by BRI Untuk Bisnis Modern

Solusi Payroll Terintegrasi Dari QLola by BRI Untuk Bisnis Modern

Malang | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:02 WIB

KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang

KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan: 19 Cerita Getir tentang Wajah Indonesia

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan: 19 Cerita Getir tentang Wajah Indonesia

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

Misteri Kematian Sekeluarga di Tenda Temanggung, Diduga Keracunan Makanan

Misteri Kematian Sekeluarga di Tenda Temanggung, Diduga Keracunan Makanan

Video | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

Suasana Mina Dipenuhi Jamaah Haji Seusai Lempar Jumrah

Suasana Mina Dipenuhi Jamaah Haji Seusai Lempar Jumrah

Foto | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB