Arab Saudi Cabut Aturan Wajib Hijab, Ini Sebabnya

Suara Depok

Sabtu, 24 September 2022 | 18:30 WIB
Arab Saudi Cabut Aturan Wajib Hijab, Ini Sebabnya
Ilustrasi wanita muslim, wanita hijab pakai handphone kirim ucapan hari besar, ucapan idul fitri, ucapan idul adha (Elemen Envato)

"Itu memberi saya kekuatan dan kepercayaan diri... Saya merasa berbeda, dan mampu melakukan apa yang saya inginkan tanpa perwalian siapa pun", kata Rose, yang tidak mau menyebutkan nama lengkapnya.

Ia juga menjelaskan, pada awalnya, keluarganya menolak jenis potongan tersebut. Karena, itu merupakan sebuah hal yang baru.

"Awalnya keluargaku menolak potongan ini, tapi lama kelamaan mereka terbiasa," tambahnya.

Penerimaan tersebut sebagian mencerminkan pengaruh dari bintang Arab seperti artis Yasmin Raeis atau penyanyi Shirene, yang telah mengadopsi gaya tersebut, menurut stylist Mesir Mai Galal.

"Wanita yang memotong rambutnya dengan cara ini adalah wanita yang karakternya kuat karena tidak mudah bagi wanita untuk membuang rambutnya," kata Galal kepada AFP.

Nouf, yang bekerja di sebuah toko kosmetik, menggambarkan pesan di balik tren potongan "boy".

"Kami ingin mengatakan bahwa kami ada, dan peran kami dalam masyarakat tidak jauh berbeda dengan peran laki-laki di masyarakat," ucapnya.

Rambut pendek, tambahnya, adalah "pertunjukan kekuatan wanita," lanjutnya.

Perubahan kebijakan bagi wanita Arab Saudi

baca juga

Pencabutan persyaratan hijab hanyalah salah satu dari banyak perubahan bagi wanita Saudi di bawah Pangeran Mohammed, yang dinobatkan sebagai pewaris ayahnya yang berusia 86 tahun, Raja Salman, lima tahun lalu.

Wanita Saudi tidak lagi dilarang mengikuti konser dan acara olahraga. Pada 2018, wanita Arab Saudi juga diperbolehkan mendapatkan hak untuk mengemudi.

Kerajaan Saudi juga melonggarkan apa yang disebut aturan perwalian, yang berarti perempuan sekarang dapat memperoleh paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa izin kerabat laki-laki.

Meski begitu, reformasi semacam itu masih disertai dengan tindakan keras terhadap aktivis hak-hak perempuan, yang merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas melawan perbedaan pendapat.

Mendapatkan lebih banyak perempuan untuk bekerja, adalah komponen utama dari rencana reformasi Visi 2030 Pangeran MBS, untuk membuat Arab Saudi tidak terlalu bergantung pada minyak.

Rencana tersebut awalnya menyerukan agar perempuan menyumbang 30 persen dari angkatan kerja pada akhir dekade ini.

“Tetapi, angka itu sudah mencapai 36 persen,” kata Asisten Menteri Pariwisata Kerajaan Putri Haifa Al-Saud kepada Forum Ekonomi Dunia di Davos bulan lalu.

"Kami melihat perempuan hari ini di setiap jenis pekerjaan," kata Putri Haifa, mencatat bahwa 42 persen usaha kecil dan menengah adalah milik perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahasa Sunda Mendunia di Tanah Arab

Bahasa Sunda Mendunia di Tanah Arab

Bandungbarat | Sabtu, 24 September 2022 | 12:26 WIB

Viral Penjual Kurma di Arab Ini Jago Bahasa Sunda!

Viral Penjual Kurma di Arab Ini Jago Bahasa Sunda!

Sukabumi | Sabtu, 24 September 2022 | 10:45 WIB

Arab Saudi Kirim Wanita Muslim Pertama yang Jadi Astronot Tahun 2023

Arab Saudi Kirim Wanita Muslim Pertama yang Jadi Astronot Tahun 2023

Depok | Sabtu, 24 September 2022 | 06:30 WIB

Terkini

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:10 WIB

4 Gaya OOTD Y2K Chic ala Juun Hearts2Hearts, Manis tapi Tetap Edgy!

4 Gaya OOTD Y2K Chic ala Juun Hearts2Hearts, Manis tapi Tetap Edgy!

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:08 WIB

Uangnya Kelihatan Baru, Eh Ternyata Palsu! Penjual Jamu di Blitar Jadi Korban

Uangnya Kelihatan Baru, Eh Ternyata Palsu! Penjual Jamu di Blitar Jadi Korban

Jatim | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:07 WIB

Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta

Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta

Jakarta | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:02 WIB

Bulog Bangun Pabrik Raksasa Pengolah Beras Kapasitas 120 Ton di Lampung Timur

Bulog Bangun Pabrik Raksasa Pengolah Beras Kapasitas 120 Ton di Lampung Timur

Lampung | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:00 WIB

Review Frankenstein: Kisah Tragis dan Ambisi Manusia yang Melawan Kematian

Review Frankenstein: Kisah Tragis dan Ambisi Manusia yang Melawan Kematian

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:00 WIB

Romantisnya Kebablasan, Pasutri Diciduk Polisi Usai Jadi Pengedar Sabu di Lamongan

Romantisnya Kebablasan, Pasutri Diciduk Polisi Usai Jadi Pengedar Sabu di Lamongan

Jatim | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:57 WIB

Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap

Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap

Batam | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:57 WIB

Kasus Keracunan MBG Disorot, Guru Besar UGM Sebut SPPG Dibebani Produksi Berlebihan

Kasus Keracunan MBG Disorot, Guru Besar UGM Sebut SPPG Dibebani Produksi Berlebihan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:56 WIB

IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat

IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:48 WIB

×