Depok.suara.com, Siswa SMPIT Al Hikmah di Cimanggis Kota Depok yang merupakan korban selamat dari peristiwa banjir di Curug Cilember, Bogor masih trauma.
Salah satu orang tua siswa Maryati kepada wartawan mengatakan bhawa anaknya DN pasca kejadian di curug masih trauma.
"Anak kami masih trauma, masih berada di kamarnya, gimana mau di wawancarai "katanya.
Dia mengatakan, menurut info yang Ia dapat, kejadian berawal saat rombongan siswa melakukan hiking ke curug kembar pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan atau biasa disebut LDKS. Saat hendak pulang ke basecamp tiba-tiba lokasi turun hujan sehingga mengakibatkan banjir di kawasan curug kembar atau Cilember.
"Sebelum banjir anak saya bersama rekannya sudah nyebrang, namun kelompok korban saat ditengah sungai tiba tiba banjir yang menyebabkan korban terbawa arus banjir,"katanya .
Sementara itu dirumah duka Amira Hana di Kelurahan Pondokcina orang tua korban Wawang Sidik Purnomo, mengatakan menerima informasi detik-detik kejadian anaknya terseret arus sungai yang tiba-tiba membesar saat kembali dari Curug Kembar Cisarua.
"Jadi, yang terjebak banyak, cuma yang hilang itu empat (pelajar), termasuk anak saya," katanya.
Info dari pihak sekolah itu katanya jam 16.00 WIB air mulai turun, kayak air bah katanya. Wawang Sidik Purnomo menambahkan dalam kejadian yang menimpa putrinya Amira tidak ada firasat sama sekali.
"Tidak ada firasat sama sekali dan waktu kejadian anak saya sedang ada kegiatan cinta alam bersama ratusan teman-temannya pada waktu kejadian melintas sungai terjebak tiba-tiba datang air bah empat orang termasuk anak saya yang hanyut terbawa arus"katanya.
Baca Juga: Manisnya, Gading Marten Mesra-mesraan dengan Gisella Anastasia Saat Tanding Basket
Dia menambahkan putrinya dikenal sebagai anak yang baik dan jenazah anaknya akan dikebumikan di TPU Kober, tak jauh dari kediamannya.
"Anaknya baik jika ingin lebih tahu banyak bisa tanya ke lingkungan orangnya baik," tambahnya.