Depok.suara.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) terlihat cukup kecewa atas keputusan Lesti Kejora yang mencabut laporan kasus KDRT. Apalagi, penyanyi dangdut tersebut mencabut laporan kepada suaminya itu karena alasan anak.
Hal ini disampaikan oleh Bahrul Fuad selaku komisioner Komnas Perempuan yang menyebut tak ada jaminan Rizky Billar berhenti melakukan KDRT usai laporan dicabut.
"Apakah ada jaminan? Apa yang bisa menjamin bahwa orang tidak akan melakukan kekerasan lagi dalam proses rumah tangganya?" ujar Bahrul Fuad dilansir dari Intens Investigasi, Selasa (18/10/2022).
Baginya bila kembali terjadi KDRT, anak yang berada di rumah akan mendapatkan contoh buruk. Terutama anak akan sangat mencontoh Lesti Kejora dan Rizky Billar.
"Ya mau membuat figur yang bagaimana kalau itu terjadi lagi. Kasus kekerasan dalam rumah tangga itu, anak akan memiliki model yang buruk di dalam kehidupannya," ujar Bahrul.
Bahrul kemudian meminta perempuan yang mengalami KDRT juga perlu memikirkan kondisi anaknya bila bertahan hidup di dalam rumah tangga penuh dengan kekerasan. Sebab, bukan tak mungkin anak juga bisa menjadi korban kekerasan secara fisik maupun mental.
"Kita juga harus berpikir untuk menyelamatkan anak. Jangan sampai ke depan kalau KDRT terjadi lagi, tidak menutup kemungkinan anak akan menjadi korban. Baik korban secara fisik maupun trauma psikologis," ujarnya.
Tak hanya itu, anak juga bisa membawa pola kekerasan dalam rumah tangga itu dalam kehidupannya sehari-hari dan di masa depan.
"Itu akan terekam pada memori anak dan akan diwariskan dalam kehidupan, itu berbahaya," kata Bahrul.
Baca Juga: Di Samperin Nikita Mirzani, Bunda Corla Minta Syarat Ini
Sumber: Suara.com