Sering Membatasi dan Melarang Akan Menimbulkan Depresi Pada Anak

Suara Depok

Senin, 24 Oktober 2022 | 17:21 WIB
Sering Membatasi dan Melarang Akan Menimbulkan Depresi Pada Anak
Ilustrasi orang tua marah kepada anaknya (Pexels/August de Richelieu)

Depok.suara.com - Mengasuh anak merupakan peran yang sangat penting bagi orang tua. Karena, ini akan membentuk karakter, tingkat disiplin, hingga tangung jawab seorang anak.

Karena itu, orang tua harus mengetahui pola asuh atau gaya asuh yang akan dipakai untuk anak. Namun, sayangnya banyak orang tua yang masih menggunakan gaya asuh otoriter atau strick parenting.

Sehingga, mereka cenderung lebih fokus pada disiplin dan kepatuhan. Sebagian besar hal itu dicapai dengan mengambil kendali atas kehidupan anak dan memberikan kebebasan yang sangat sedikit kepada mereka. Terlebih, ketika anak-anak melakukan kesalahan, orang tua yang otoriter sulit memaafkan dan sering merespons dengan hukuman.

Sebuah studi baru dari University of Leuven menunjukkan bahwa gaya parenting yang ketat dapat menyebabkan depresi dan penyakit mental lainnya saat anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa.

Studi ini menganalisis 21 remaja dengan pengasuhan yang baik yang menggambarkan diri mereka sendiri, yang mencakup dukungan dan otonomi anak. Subyek ini dibandingkan dengan 23 remaja yang melaporkan pengasuhan yang strict, yang antara lain mencakup perilaku manipulatif. Semua peserta dalam penelitian ini berusia antara 12-16 tahun.

Menggunakan pemetaan genom, para peneliti menemukan bahwa 23 remaja yang melaporkan orang tua yang otoriter mengalami peningkatan variasi dalam metilasi. Metilasi adalah kunci untuk menghidupkan dan mematikan gen tertentu. Ini menunjukkan bahwa pola asuh otoriter dapat menjadi penyebab peningkatan risiko depresi serta penyakit mental lainnya.

“Kami menemukan bahwa pola asuh yang strict, dengan hukuman fisik dan manipulasi psikologis, dapat memperkenalkan serangkaian instruksi tambahan tentang bagaimana gen dibaca untuk menjadi terprogram ke dalam DNA. Kami memiliki beberapa indikasi bahwa perubahan ini sendiri dapat mempengaruhi anak yang sedang tumbuh untuk mengalami depresi. Ini tidak terjadi pada tingkat yang sama jika anak-anak memiliki pendidikan yang mendukung,” jelas penulis utama Evelien Van Assche dalam siaran pers.

Terlepas dari reaksi dan dampak dari pola asuh yang ketat, para peneliti mencatat bahwa stres secara umum juga dapat menjadi faktor di balik tingkat metilasi yang lebih tinggi.

Studi yang lebih besar perlu dilakukan untuk menemukan tautan yang tepat. Bagaimanapun, penelitian baru dapat mengarah pada cara baru untuk menyaring penyakit mental, terutama pada anak-anak dan remaja.

baca juga

Selain masalah kesehatan mental, gaya pengasuhan otoriter juga dapat menyebabkan konsekuensi negatif lainnya pada anak. Ini termasuk tingkat percaya diri yang rendah, kesulitan dalam situasi sosial karena kurangnya kemampuan sosial, perilaku agresif di luar rumah, dan ketidakmampuan untuk menerima kegagalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dijerat 5 Pasal, Pelaku Penusukan Anak 12 Tahun di Kota Cimahi Terancam Pidana Seumur Hidup sampai Hukuman Mati

Dijerat 5 Pasal, Pelaku Penusukan Anak 12 Tahun di Kota Cimahi Terancam Pidana Seumur Hidup sampai Hukuman Mati

Bandung | Senin, 24 Oktober 2022 | 17:16 WIB

Ayah dan Anak di Aceh Kompak Masuk Penjara, Diduga Curi 62 Mayam Emas dan Uang

Ayah dan Anak di Aceh Kompak Masuk Penjara, Diduga Curi 62 Mayam Emas dan Uang

Sumut | Senin, 24 Oktober 2022 | 17:02 WIB

Kemenkes Minta Orang Tua Waspadai Gejala-gejala Ginjal Akut Seperti Ini

Kemenkes Minta Orang Tua Waspadai Gejala-gejala Ginjal Akut Seperti Ini

Surabaya | Senin, 24 Oktober 2022 | 16:52 WIB

Terkini

Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:08 WIB

Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya

Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:00 WIB

Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta

Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:59 WIB

Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?

Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:58 WIB

Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar

Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:55 WIB

Bidik World Athletics Label, PB PASI Puji PLN Electric Run 2026

Bidik World Athletics Label, PB PASI Puji PLN Electric Run 2026

Sport | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:55 WIB

Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI

Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:54 WIB

Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib

Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:53 WIB

Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Health | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:53 WIB

Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!

Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:49 WIB

×