Nama Agnes Gracia makin disorot publik setelah hubungan badannya dengan Mario Dandy, tersangka utama kasus penganiayaan David Ozora terbongkar di persidangan. Terungkapnya pengakuan seoal hubungan badan itu, Agnes pun banjir cibiran.
Namun, sejumlah warganet justru prihatin dengan Agnes karena malah menjadi korban slut-shaming.
Fakta Agnes telah berhubungan badan dengan Mario Dandy sebanyak lima kali diungkap hakim saat membacakan amar putusan kepada terdakwa anak itu. Dalam kasus penganiayaan David, Agnes divonis 3,5 tahun penjara lantaran dinyatakan terbukti bersalah.
Fakta ini sukses bikin gempar jagat maya, dengan warganet melontarkan berbagai komentar negatif tentang remaja 15 tahun tersebut.
Agnes pun menjadi sasaran slut-shaming, label atau stigma buruk yang diberikan kepada seseorang yang dianggap berperilaku sensual.
Hal ini membuat sebagian warganet miris dan bersimpati pada Agnes.
"Fokus publik malah slut-shaming anak 15 tahun daripada kasus utama," cuit akun @senjatanuklir, Selasa (11/4).
Warganet tersebut juga menilai Agnes belum tentu bersedia melakukan hubungan intim dengan Mario Dandy sehingga bisa saja menjadi tindak pemerkosaan anak di bawah umur.
Tak hanya itu, warganet menyebut perilaku sensual Agnes kemungkinan terjadi sebagai respons atas trauma dipaksa berhubungan badan. Banyak yang setuju dengan cuitan tersebut.
"Urusan esek-esek orang lain seringkali jadi ajang untuk menjadi sok suci, mungkin satu-satunya yang bisa dibanggain dari hidup mereka ialah tidak seks bebas," komentar akun @Tsuruh******.
"Yang terakhir ini (trauma) banyak sebenarnya, mereka merasa kotor dan sudah nggak merasa berharga setelah kejadian pertama, terus jadi larinya ikut pergaulan bebas, respons trauma memang bisa sebaliknya selain jadi takut dan tertutup," tulis akun @sury*****.
(Sumber: Matamata.com)