Serial TV Inggris Soroti Sunat Perempuan

Tomi Tresnady

Rabu, 18 Januari 2017 | 14:09 WIB
Serial TV Inggris Soroti Sunat Perempuan
Perempuan muda pegang poster protes 'sunat pelanggaran hak asasi manusia' di parade Mardi Gras, Asheville, North Carolina, Amerika Serikat S, 7 Februari 2016. [shutterstock]

Suara.com - Drama serial populer TV Inggris berjudul "Call the Midwife" akan menyoroti praktik sunat perempuan dalam alur cerita tentang seorang ibu hamil Somalia yang tinggal di London timur pada 1960-an.

Para pejuang antisunat perempuan atau female genital mutilation/ FGM) menyambut baik kabar tersebut. Mereka mengatakan program pada televisi utama itu akan membantu peningkatan kesasaran soal praktik sunat perempuan, yang secara luas dikecam dan telah begitu lama berlangsung secara terselubung.

"Saya sangat senang. Bagus sekali," kata pegiat Inggris, Hibo Wardere, yang antara lain menjalankan pelatihan bagi staf medis dalam upaya mencegah sunat perempuan, seperti dilaporkan Antara, Rabu (18/1/2017)

"Lima tahun lalu tidak ada yang mau berbicara soal FGM tapi sekarang semua orang terbangun dan akhirnya bisa melihat bahwa (sunat perempuan) adalah penyiksaan terhadap anak," tambah Wardere.

Wardere sendiri hampir kehilangan nyawa ketika ia kecil disunat di Somalia.

Suatu hasil penelitian yang dikeluarkan pada 2014 memperkirakan ada 137.000 perempuan dewasa dan bawah umur di Inggris serta Wales yang mengalami penyunatan. Sekitar 60.000 lainnya terancam mengalami praktik tersebut.

Sunat perempuan, yang mencakup pemotongan sebagian atau seluruh alat reproduksi bagian luar, kerap menimbulkan masalah fisik dan psikologis serius serta dapat menyebabkan komplikasi saat ibu melahirkan.

"Call the Midwife", yang disiarkan BBC, kembali muncul dalam episode keenam pekan ini dan kemungkinan akan ditayangkan di PBS, Amerika Serikat.

Pembuat drama serial tersebut, Heidi Thomas, mengatakan cerita tentang sunat perempuan tidak akan menunjukkan pola pikir modern melainkan hanya menggambarkan yang terjadi pada masa 1960-an.

baca juga

"Tayangan ini akan memberikan cerita yang menarik karena untuk pertama kalinya para bidan bisa melihat proses (FGM) ini," ujarnya kepada majalah Radio Times.

Episode itu tidak akan menggambarkan FGM sebagai bentuk penyiksaan terhadap anak. "(Produksi) kami ini adalah drama medis, bukan drama moral," tambahnya.

Sunat perempuan sebelumnya sudah muncul dalam cerita dalam drama medis "Casualty" dan cerita serial tentang kejahatan "Law & Order: UK".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Disunat, Adakah Manfaatnya?

Perempuan Disunat, Adakah Manfaatnya?

Health | Senin, 19 Desember 2016 | 06:12 WIB

Sunat Turunkan Risiko Kanker Prostat dan HIV

Sunat Turunkan Risiko Kanker Prostat dan HIV

Health | Jum'at, 16 Desember 2016 | 19:29 WIB

Sunat saat Bayi Tepat Bagi Laki-laki

Sunat saat Bayi Tepat Bagi Laki-laki

Health | Selasa, 13 Desember 2016 | 19:14 WIB

Foto-foto Dokter Cantik Spesialis Sunat Ini Bikin Panas Dingin

Foto-foto Dokter Cantik Spesialis Sunat Ini Bikin Panas Dingin

Tekno | Senin, 07 November 2016 | 19:31 WIB

AS Terus Upayakan Akhiri Sunat Perempuan

AS Terus Upayakan Akhiri Sunat Perempuan

News | Jum'at, 23 September 2016 | 07:29 WIB

Di "Sunat Kampong", Anak yang Akan Disunat Kudu Berendam Tiga Jam

Di "Sunat Kampong", Anak yang Akan Disunat Kudu Berendam Tiga Jam

Lifestyle | Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:31 WIB

Benarkah Sunat Pengaruhi Kepuasan Seks Lelaki?

Benarkah Sunat Pengaruhi Kepuasan Seks Lelaki?

Lifestyle | Selasa, 19 April 2016 | 09:01 WIB

Pentingnya Sunat Pada Anak Laki-laki

Pentingnya Sunat Pada Anak Laki-laki

Health | Senin, 28 Maret 2016 | 11:13 WIB

Sunat Cegah Kanker Penis

Sunat Cegah Kanker Penis

Health | Minggu, 27 Maret 2016 | 20:07 WIB

Lebih Cepat Pulih Usai Sunat dengan Metode Ini

Lebih Cepat Pulih Usai Sunat dengan Metode Ini

Health | Minggu, 13 Desember 2015 | 15:56 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×