Suara.com - Terlepas dari banyaknya kontroversi yang pernah dibuat, pengacara kondang Farhat Abbas kini terpilih sebagai salah satu juru kampanye kemenangan tim Jokowi - Ma'ruf Amin di ajang Pilpres 2019.
Dari seorang pengacara hingga terjun ke ranah politik, mantan suami Nia Daniaty ini mengungkap sebetulnya bukan perkara mudah. Bahkan ia pun sudah menyiapkan mental menghadapi komentar nyinyir para haters di sosial media nantu.
Belum lagi, Farhat Abbas juga harus kembali berhadapan dengan Ahmad Dhani yang menjadi tim pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Maklum sebelumnya dua lelaki beda profesi itu pernah berseteru panjang hingga akhirnya berujung damai.

Namum setelah beda pandangan politiknya, apakah hubungan Farhat Abbas - Ahmad Dhani kembali memanas?
Lebih lanjut, berikut wawancara eksklusif Suara.com bersama Farhat Abbas soal keterlibatannya sebagai tim sukses Jokowi dan perasaannya menghadapi Ahmad Dhani.
Gimana sih awalnya jadi juru kampanye Jokowi -Ma'ruf Amin?
Saya ini kan adalah politisi dan caleg (calon legislatif) juga buat PKB wilayah Jawa Barat 6, yang meliputi Kota Depok dan Bekasi. Kemudian karena koalisi partai, masing-masing partai diminta menyiapkan sepuluh orang sebagai juru kampanye. Dan saya terpilih dari PKB.
Jadi juru kampanye ada pelatihan khusus nggak?
Ada ada, kita sudah pelatihan sejak 5 Agustus kemarin.

Peran Anda di sini seperti apa sih?
Kita punya badan relawan, namanya BPJS (Biar Pakde Jokowi Saja) Dua Periode. Terus saya juga terlibat sebagai koordinasi relawan yang beraliansi, yang menyatu dengan #2019TetapJokowi. Di situ saya terpilih sebagai Sekretaris Nasional. Sebenarnya kita juga ada Juru Bicara (Jubir) Indonesia. Ibarat kata bagian orang yang bicara untuk kebaikan negeri ini. Dalam juru kampanye PKB, saya bagian dari Jubir itu. Tapi nggak bisa seenaknya wawancara. Harus bergilir sesuai kepentingan.
Maksudnya?
Kalau kepentingan saya berbicara pada bagian yang F. Saya khusus menghadapi nama-nama tim lawan yang berinisial F seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Ferry Mursyidan. Kenapa mereka? Karena orang ini yang sering bikin masalah. Jadi setiap mereka komentar buruk soal Jokowi, saya yang akan menghadapi dan klarifikasinya.
Tidak ditunjuk untuk hadapi Ahmad Dhani juga?
Saya dengan Dhani sudah terlanjur damai dan berteman. Saya nggak mau ribut lagi. Saya malas ribut lagi. Jadi saya bilang ke tim saya, jangan saya yang hadapi dia.