Korupsi di Panggung Pertunjukan? Mahasiswa LSPR Ungkap Pungli dalam Film "Karya untuk Negeri"

Ferry Noviandi, Rena Pangesti

Jum'at, 04 Juli 2025 | 19:05 WIB
Korupsi di Panggung Pertunjukan? Mahasiswa LSPR Ungkap Pungli dalam Film "Karya untuk Negeri"
Konferensi pers film pendek "Karya untuk Negeri" yang dilakukan di Mall Central Pakr, Jakarta Barat, Kamis (3/7/2025). [Rena Pangesti/Suara.com]

Suara.com - Praktek korupsi mungkin sering terlihat di jajaran pemerintah. Sejumlah politisi ditangkap karena tindakan jahat tersebut.

Tapi ternyata, korupsi bukan hanya ada di pemerintahan. Tetapi lingkup yang lebih kecil lagi, seperti panggung pertunjukan.

Inilah yang kemudian ditemui pada mahasiswa LSPR saat hendak membuat karya. Mereka yang berniat mengadakan pementasan teater terkendala dengan pungli uang pelicin.

"Praktek korupsi itu ada di depan mata kita. Jadi uang yang kami siapkan berapa, jadinya malah berapa (melonjak tinggi)," kata sutradara dan penulis naskah Amelia Angeliqa Haditama di Central Park, Jakarta Barat pada Kamis, 3 Juli 2025. 

Melihat fenomena ini, mahasiswa Program Studi Performing Arts Communication dari LSPR Institute of Communication and Business merasa perlu menyuarakan isu tersebut.

(Dari kiri ke kanan) Amelia Angeliqa Hadinata (Sutradara dan Penulis Naskah), Cecilia Tesalonika (Administrator dan Manajer Produksi) Esterina Teresia (Kepala Produksi dan Pengarah Artistik) dijumpai dalam acara jumpa pers film pendek "Karya untuk Negeri" di Central Park, Jakarta Barat pada Kamis, 3 Juli 2025. [Rena Pangesti/Suara.com]
(Dari kiri ke kanan) Amelia Angeliqa Hadinata (Sutradara dan Penulis Naskah), Cecilia Tesalonika (Administrator dan Manajer Produksi) Esterina Teresia (Kepala Produksi dan Pengarah Artistik) dijumpai dalam acara jumpa pers film pendek "Karya untuk Negeri" di Central Park, Jakarta Barat pada Kamis, 3 Juli 2025. [Rena Pangesti/Suara.com]

Mereka kemudian menuangkan ide ini dalam bentuk karya sebagai bagian dari tugas akhir. Berjudul Karya untuk Negeri, film ini merupakan produksi dari Waka Waka Production.

"Film ini adalah curahan hati kami, kok miris ya? Sebagai mahasiswa yang punya tekad, kok dihancurkan?" kata perempuan yang akrab disapa Angel tersebut.

Ia menambahkan, "Jadi kami mau membuat sesuatu yang menyuarakan, oh praktek korupsi juga terjadi di dunia seni pertunjukan."

Proses pembuatan film ini tak lepas dari keterlibatan banyak pihak. Setidaknya, film berdurasi 45 menit ini melibatkan 20 aktor dan 60 kru profesional lintas disiplin.

baca juga

Proses pembuatan film Karya untuk Negeri ini penuh dengan perjuangan, hasil dari campur tangan banyak pihak. Lebih dari sekadar ruang kritik sosial, film ini menjadi medium kolaboratif yang inklusif.

Konferensi pers film pendek "Karya untuk Negeri" yang dilakukan di Mall Central Pakr, Jakarta Barat, Kamis (3/7/2025). [Rena Pangesti/Suara.com]
Konferensi pers film pendek "Karya untuk Negeri" yang dilakukan di Mall Central Pakr, Jakarta Barat, Kamis (3/7/2025). [Rena Pangesti/Suara.com]

Beberapa pihak tersebut diantaranya anak-anak Taman Anak Pesisir, komunitas belajar dan seni yang berbasis di kawasan pesisir Pantai Wika, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. 

Di bawah pendampingan Aceng Gimbal, pendiri Yayasan Sanggar Seni Trotoar, anak-anak ini kerap tampil dalam pertunjukan teater jalanan yang sarat makna sosial. 

"Bagi kami karya ini bukan sekadar tugas akhir semata, melainkan bentuk nyata dari cinta kami terhadap seni," kata Angel.

Selain itu, lewat film ini pula mereka mau menyuarakan penyimpangan yang terjadi. Sehingga praktek korupsi pelan-pelan bisa hilang dari industri ini.

"Kami sebagai generasi muda tidak ingin hanya diam, kami ingin industri kreatif di Indonesia bertumbuh, diberi ruang, dan dihargai. Kami ingin para seniman muda bisa punya kesempatan untuk bersinar," imbuh Angel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tom Lembong Tak Sudi Dituntut 7 Tahun Bui: Apa Ini Pola Kerja Kejagung?

Tom Lembong Tak Sudi Dituntut 7 Tahun Bui: Apa Ini Pola Kerja Kejagung?

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:41 WIB

Tom Lembong Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Korupsi Impor Gula

Tom Lembong Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Korupsi Impor Gula

Foto | Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:35 WIB

Sidang Kasus Impor Gula, Surat Tuntutan Tom Lembong Setebal 1.091 Halaman

Sidang Kasus Impor Gula, Surat Tuntutan Tom Lembong Setebal 1.091 Halaman

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 15:18 WIB

Kasus Korupsi Gula, Tom Lembong Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Korupsi Gula, Tom Lembong Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 09:49 WIB

Eks Walkot Parepare Diduga Korupsi, Polda Sulsel Didesak Tetapkan Tersangka

Eks Walkot Parepare Diduga Korupsi, Polda Sulsel Didesak Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 23:39 WIB

Pandangan Tegas Ustaz Khalid Basalamah Tentang Korupsi Sebelum Dipanggil KPK

Pandangan Tegas Ustaz Khalid Basalamah Tentang Korupsi Sebelum Dipanggil KPK

Entertainment | Kamis, 03 Juli 2025 | 21:07 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×