"Dilabrak tetangga gara-gara punya mobil 3," tulis Arafah dalam keterangan videonya.
![Arafah Rianti dan Halda Rianta. [Instagram/@haldrnta]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/11/12/29711-arafah-rianti-dan-halda-rianta.jpg)
Unggahan ini sontak mengundang beragam reaksi, dengan banyak spekulasi yang menuding Arafah memarkir kendaraannya secara sembarangan.
Masalah ini kemudian dikonfirmasi oleh Zaenal, seorang petugas keamanan di kompleks tersebut. Menurutnya, keluhan utama warga adalah cara Arafah dan tamunya memarkir mobil yang kerap mengganggu akses jalan.
"Tamu dia kan banyak, nah akses jalan keluar masuknya itu kan sempit," ungkap Zaenal, seperti dikutip dari YouTube Insertlive.
Padahal, kompleks perumahan tersebut memiliki aturan jelas yang telah disosialisasikan kepada semua warga untuk menjaga ketertiban.
"Semua warga kan disosialisasiin ada pembatasan-pembatasan atau peraturan-peraturan yang di cluster itu semua wajib tahu, wajib ngikutin," tambah Zaenal.
2. Dianggap Jarang Bersosialisasi dan Absen dari Rapat Warga
Persoalan tidak berhenti pada masalah parkir. Komika jebolan ajang Stand Up Comedy Academy (SUCA) 2 ini juga disebut sebagai warga yang tidak pernah terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungannya.
Zaenal mengungkapkan bahwa Arafah tidak pernah sekalipun menghadiri rapat warga yang rutin diadakan. Padahal, forum tersebut menjadi wadah penting untuk membahas dan menyosialisasikan aturan demi kenyamanan bersama.
"Ya mungkin karena artis kali, jadi enggak mau," kata Zaenal.
Menurutnya, Arafah tidak pernah meluangkan waktu atau mengirimkan perwakilan untuk hadir. "Kan ada sesuatu yang misalnya mau dibicarakan itu peraturan-peraturan komplek kayak apa, peraturan cluster kayak apa, dia nggak pernah mau datang," kata Zaenal.
Menanggapi tudingan ini, Arafah Rianti mengakui bahwa dirinya adalah seorang introvert yang membuatnya canggung untuk bersosialisasi, terutama dengan tetangga yang usianya terpaut jauh.
"Ya gimana lu nongkrong sama orang yang nggak sepantaran sama lu, mager nggak sih lu, gue juga mager," katanya. Namun, ia mengklarifikasi bahwa dirinya sebenarnya sudah menunjuk perwakilan untuk menghadiri acara-acara tersebut.
"Jadi sebenarnya itu nggak masalah, Pak RT-nya juga nggak masalah kalau udah ada yang ngewakilin," jelas Arafah.
3. Tak Bayar Iuran hingga Akhirnya Dibebaskan dari Kewajiban
Akibat sikapnya yang sulit dihubungi dan terkesan abai terhadap lingkungan, pengurus kompleks akhirnya mengambil keputusan yang tidak biasa. Menurut pengakuan Zaenal, Arafah dibebaskan dari kewajiban membayar iuran warga.
Langkah ini diambil karena pengurus merasa kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan aturan kepadanya.
"Sampai ketua kompleks ngomong 'yaudah enggak usah bayar lah iuran kompleks. Jadi kalau mau parkir di mana kayak terserah,'” ungkap Zaenal, menggambarkan puncak dari kekesalan pengurus.
4. Mediasi dan Klarifikasi Kepemilikan Tiga Mobil
Setelah konflik memanas, mediasi pun dilakukan. Arafah menjelaskan bahwa dari tiga mobil tersebut, hanya dua yang merupakan miliknya, sementara satu lagi adalah milik adiknya, Halda, yang digunakan untuk beraktivitas.
Karena garasi rumahnya hanya berkapasitas dua mobil, satu mobil terpaksa diparkir di tepi jalan.
Kesalahpahaman ini akhirnya menemukan titik terang. "Setelah didiskusikan, memang maksimal hanya boleh dua mobil karena ada tetangga yang juga mau beli mobil lagi," kata Arafah.
Sebagai solusi, ia telah memindahkan satu mobilnya ke rumah lain untuk menaati aturan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para tetangganya.
"Mohon maaf buat tetangga-tetangga aku. Semoga semuanya baik-baik saja. Namanya bertetangga, kalau ada tamu atau keluarga yang datang, parkirnya diatur saja biar tetap bisa keluar masuk," kata Arafah.