Penyembah Setan? Hindia Baskara Putra: Dari Awal Gue Tahu Risikonya...

Bernadette Sariyem

Selasa, 15 Juli 2025 | 16:50 WIB
Penyembah Setan? Hindia Baskara Putra: Dari Awal Gue Tahu Risikonya...
Kolase - Hindia (kiri), patung Baphomet sebagai simbol okultisme barat, dan Baskara Putra alias Hindia dalam konser. Hindia ditolak konser di Tasikmalaya karena dianggap penyembah setan. [Suara.com]

Suara.com - Konser Hindia, atau Baskara Putra, dalam ajang festival Ruang Bermusik di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 19 sampai 20 Juli 2025, batal, karena ditolak ormas Islam. Hindia disebut penyembah setan alias satanic.

Tuduhan bahwa Hindia atau Baskara Putra sebagai penyembah setan dan mempromosikan ateisme dalam konser sebenarnya cerita lama.

Baskara sendiri, dalam siniar Kemal Palevi 18 Maret 2024, sebenarnya sudah membahas dan menjawab tuduhan tersebut.

Tuduhan ini, yang seringkali viral di media sosial, mengaitkan aksi panggung Hindia dengan simbol-simbol Dajjal, Freemason, dan lirik lagu yang dianggap sesat.

Dalam video yang diakses Suara,.com, Selasa (15/7/2025), Baskara memberikan klarifikasi mendalam mengenai konsep artistik di balik pertunjukannya yang kerap memicu spekulasi liar.

Ia tak menampik bahwa sejak awal, ia sadar akan adanya risiko interpretasi negatif dari publik.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa spekulasi tersebut akan dianggap sebagai sebuah kebenaran mutlak oleh sebagian kalangan.

Menanggapi berbagai tudingan yang berkembang, Baskara secara terbuka menjelaskan sudut pandangnya sebagai seorang seniman.

Sadar Akan Risiko Spekulasi Sejak Awal

baca juga

Kemal dalam video itu secara langsung menanyakan apakah Baskara sudah memprediksi bahwa elemen-elemen dalam konsernya, seperti lagu Matahari Tenggelam dan interaksi panggung seperti meminta penonton menutup mata, akan mengarah pada tuduhan satanisme.

Baskara dengan tegas mengiyakan.

Ia sadar bahwa konsep yang ia tawarkan akan memancing spekulasi.

"Gua dari awal bikin itu, gua tahu ada risikonya gitu, orang bakal spekulasi gitu," ungkapnya.

Menurutnya, semua elemen tersebut memang sengaja dirancang untuk membangun sebuah narasi pertunjukan.

Namun, ia melihatnya sebatas pemicu diskusi dan interpretasi, bukan sebuah ajaran yang harus diterima secara harfiah.

Ia menambahkan bahwa spekulasi yang muncul seharusnya berhenti pada level perbincangan atau analisis karya.

"Cuma di level di mana, ya udah spekulasi aja, terus yang kayak 'oh referensinya dari sini', gitu," lanjut Baskara.

Kaget Konsep Panggungnya Dianggap Serius

Puncak dari klarifikasi Baskara adalah ketika ia mengungkapkan keterkejutannya bahwa konsep panggung yang ia anggap sebagai sebuah pertunjukan seni, justru diterima secara serius sebagai ritual atau ajaran sesat oleh sebagian masyarakat.

Baginya, semua itu adalah bagian dari sebuah kesenian pertunjukan yang memiliki referensi dan makna tersendiri.

"Gua gak expect dianggap serius, sebenarnya," aku Baskara dengan lugas. Ia memandang seluruh aksi panggungnya sebagai sebuah bentuk ekspresi artistik. "Karena buat gua itu kesenian, pertunjukan, gitu," tegasnya.

Baskara memahami bahwa setiap orang, terutama penonton, berhak memiliki pandangan yang berbeda terhadap karyanya.

Ia menghargai adanya perbedaan interpretasi, namun ia menyayangkan jika interpretasi tersebut berujung pada tuduhan serius yang menyerang keyakinan pribadinya dan mengancam keberlangsungan karier musiknya.

"Ini buat gua pribadi ya, pandangan gua pribadi gitu. Mungkin berbeda pandangan sama yang nonton dan yang gak apa-apa juga, gitu," tuturnya, menunjukkan keterbukaan terhadap berbagai perspektif.

Fenomena 'Cocoklogi' dan Interpretasi Liar

Pernyataan Baskara ini seolah menjadi jawaban atas fenomena "cocoklogi" yang masif terjadi di media sosial, di mana setiap gerak-gerik, simbol, dan liriknya dicocok-cocokkan dengan teori konspirasi dan ajaran satanisme.

Dari patung yang ada di panggung hingga instruksi kepada penonton, semuanya menjadi bahan untuk spekulasi.

Bagi para penggemarnya, konsep pertunjukan Hindia seringkali dinilai sebagai sebuah performa teatrikal yang sarat kritik sosial dan refleksi personal.

Lagu "Matahari Tenggelam", misalnya, lebih banyak diartikan sebagai bentuk kemarahan dan sarkasme terhadap realitas sosial.

Namun, di tangan audiens yang berbeda, lirik tersebut menjadi bukti sahih adanya niat buruk.

Klarifikasi Baskara ini menjadi penting untuk menjembatani jurang interpretasi antara sang seniman dan sebagian audiensnya, menegaskan bahwa apa yang tersaji di panggung adalah sebuah karya seni yang terbuka untuk berbagai makna, bukan sebuah dakwah terselubung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Hindia Dituduh Penyembah Setan, Konser di Tasikmalaya Batal

5 Fakta Hindia Dituduh Penyembah Setan, Konser di Tasikmalaya Batal

Entertainment | Selasa, 15 Juli 2025 | 16:38 WIB

Sikap Bijak Dicky Chandra Tanggapi Kisruh Penolakan Hindia di Tasikmalaya

Sikap Bijak Dicky Chandra Tanggapi Kisruh Penolakan Hindia di Tasikmalaya

Entertainment | Selasa, 15 Juli 2025 | 16:11 WIB

Ormas Islam Tolak Penampilan Hindia di Tasikmalaya, Apa Alasannya?

Ormas Islam Tolak Penampilan Hindia di Tasikmalaya, Apa Alasannya?

Entertainment | Sabtu, 12 Juli 2025 | 18:57 WIB

Baskara Putra Komentari Kasus 2 ASN yang Tewas Mengenaskan, Begini Katanya

Baskara Putra Komentari Kasus 2 ASN yang Tewas Mengenaskan, Begini Katanya

Entertainment | Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:01 WIB

eaJ Nikmati Banjir dan Tonton .Feast di Local Fest 2025, Ini Momen Serunya!

eaJ Nikmati Banjir dan Tonton .Feast di Local Fest 2025, Ini Momen Serunya!

Entertainment | Senin, 07 Juli 2025 | 12:14 WIB

Karaoke Massal Bareng Hindia di Jakarta Fair 2025

Karaoke Massal Bareng Hindia di Jakarta Fair 2025

Entertainment | Kamis, 03 Juli 2025 | 16:45 WIB

.Feast Tampil Gagah dan Membara di Jakarta Fair 2025

.Feast Tampil Gagah dan Membara di Jakarta Fair 2025

Entertainment | Kamis, 03 Juli 2025 | 14:38 WIB

Fadli Zon Bantah Pemerkosaan Massal 1998, Baskara Putra: Semoga yang Menyangkal Dibakar Api Neraka

Fadli Zon Bantah Pemerkosaan Massal 1998, Baskara Putra: Semoga yang Menyangkal Dibakar Api Neraka

Entertainment | Kamis, 03 Juli 2025 | 12:02 WIB

Terkini

Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko

Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Riau | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Lampung | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:45 WIB

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:20 WIB

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Foto | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Health | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:56 WIB

×