Bak Bumi dan Langit, Beda Nasib Adegan Ciuman Superman di India dan Indonesia

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:54 WIB
Bak Bumi dan Langit, Beda Nasib Adegan Ciuman Superman di India dan Indonesia
Nasib Adegan Ciuman Superman di India dan Indonesia (YouTube)

Rating ini pada dasarnya sudah menjadi sebuah peringatan bahwa beberapa materi dalam film mungkin tidak cocok untuk anak di bawah usia 13 tahun.

Peringatan ini menyarankan orang tua untuk mendampingi dan memberikan bimbingan kepada anak-anak mereka saat menonton.

Adanya rating ini seringkali sudah dianggap cukup sebagai filter bagi penonton, tanpa perlu melakukan pemotongan adegan yang dapat mengubah alur atau mengurangi bobot emosional cerita.

Pada akhirnya, penonton di Indonesia berkesempatan untuk menikmati visi sutradara secara penuh.

Mereka dapat menyaksikan bagaimana hubungan Superman dan Lois Lane dibangun hingga mencapai puncaknya dalam adegan ciuman yang emosional, serta melihat humor sarkastik dari karakter Guy Gardner tanpa disensor.

Ini menjadi sebuah kemenangan kecil bagi para penikmat film di Tanah Air yang bisa menyaksikan salah satu film paling ditunggu tahun ini dalam versi terbaiknya.

Dimana mereka tidak hanya rekan kerja di surat kabar Daily Planet, tetapi juga sepasang kekasih yang saling mendukung.

Secara global, film Superman sendiri sebenarnya memiliki rating PG-13 (Parents Strongly Cautioned), yang berarti beberapa materi di dalamnya mungkin tidak cocok untuk anak di bawah usia 13 tahun tanpa pendampingan orang tua.

Rating ini menunjukkan bahwa film tersebut memang mengandung adegan aksi intens, sedikit kekerasan, dan tema percintaan, namun masih dalam batas wajar untuk audiens remaja.

Baca Juga: Film Superman Lagi Trending, Ini 5 Rekomendasi Drama Korea Terbaru Bertema Superhero

Nasib Adegan Ciuman Superman di India dan Indonesia (YouTube)
Nasib Adegan Ciuman Superman di India dan Indonesia (instagram.com/jamesgunn)

Keputusan sensor di India ini menimbulkan perdebatan menarik tentang perbedaan standar moral dan budaya antarnegara. Apa yang dianggap sebagai adegan romantis yang kuat di banyak negara, bisa dipandang sebagai sesuatu yang terlalu sensual di negara lain.

Begitu pula dengan gestur provokatif dari seorang karakter yang mungkin dianggap sebagai bagian dari pengembangan karakter di satu tempat, tetapi dinilai sebagai contoh buruk di tempat lain.

Pada akhirnya, kejadian ini menyoroti bagaimana pengalaman sinematik bisa sangat bervariasi tergantung di mana Anda menontonnya.

Penonton di India kehilangan momen emosional dan humor yang penting, sementara penonton di Indonesia dapat menikmati visi sutradara secara utuh dan tanpa kompromi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Sejarah Otomotif: Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI