Abdur Arsyad Sentil Aparat Penabrak Ojol: Tuhan Kasih Akal, Malah Patuh Komandan

Yazir F Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 15:45 WIB
Abdur Arsyad Sentil Aparat Penabrak Ojol: Tuhan Kasih Akal, Malah Patuh Komandan
Abdur Arsyad (Instagram/abdurarsyad)
Baca 10 detik
  • Affan Kurniawan tewas dilindas mobil Brimob
  • Abdur Arsyad geram dengan tindakan brutal aparat ke massa demonstran
  • Abdur Arsyad sentil aparat ikuti perintah komandan

Suara.com - Tragedi tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, saat aksi unjuk rasa, Kamis, 28 Agustus 2025, terus memantik gelombang amarah dan simpati publik.

Di tengah duka yang mendalam, komika Abdur Arsyad turut angkat bicara melalui akun media sosialnya. Ia melontarkan sindiran tajam yang menyoroti akar masalah dari insiden brutal tersebut, yakni kepatuhan buta aparat terhadap perintah atasan.

Melalui tulisan singkatnya yang viral, Abdur tidak hanya menyalahkan individu, tetapi juga mempertanyakan sistem yang membentuk pola pikir aparat di lapangan.

Ia menyayangkan bagaimana akal sehat dan hati nurani seolah dikesampingkan demi loyalitas pada hierarki komando, bahkan ketika perintah tersebut berpotensi membahayakan nyawa warga sipil.

"Tuhan kasih hati dan akal untuk hidup tidak salah jalan. Malah pilih dididik patuh dengan komandan," tulis Abdur, Jumat, 29 Agustus 2025.

Abdur ingin mengingatkan bahwa setiap individu, terlepas dari seragam yang dikenakannya, memiliki tanggung jawab moral pribadi atas tindakannya.

Lebih jauh, Abdur juga memberikan perspektif yang jarang disuarakan.

Ia menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat pada dasarnya juga memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para aparat itu sendiri.

Menurutnya, tuntutan publik untuk sebuah negara yang lebih baik dan adil akan berdampak positif bagi semua lapisan masyarakat, termasuk anggota kepolisian.

Baca Juga: Ikut Menyesal Polri Tak Humanis! Ini Janji Budi Gunawan usai Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

"Orang demo itu buat kau juga. Negara ini kalo jadi bagus, dapat kerja tidak perlu jual sawah," lanjutnya.

Pernyataan ini menyinggung realitas sosial di mana banyak anggota polisi berasal dari keluarga sederhana yang juga mendambakan perbaikan sistem dan ekonomi.

Abdur menyoroti ironi di mana aparat justru bentrok dengan massa yang memperjuangkan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak mereka kelak.

Sejumlah kerabat berdoa saat pemakaman jenazah Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]
Sejumlah kerabat berdoa saat pemakaman jenazah Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]

Puncak dari kritiknya adalah sindiran terhadap struktur kekuasaan di institusi kepolisian.

Abdur menilai bahwa kepatuhan yang ditunjukkan oleh aparat di lapangan sering kali hanya menguntungkan segelintir elite.

Ia mempertanyakan loyalitas para petugas kepada atasan yang menurutnya hidup nyaman, jauh dari risiko di garis depan.

"Atasanmu itu duduk enak dapat uang banyak. Kok ya patuh sama dia," pungkas Abdur dengan kata-kata lugas yang menusuk.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?