- Predator: Badlands tayang di bioskop pada November 2025
- Predator pertama kali dibuat pada 1987
- The Predator jadi film keempat dari waralaba Predator
Suara.com - Waralaba film fiksi ilmiah ikonik, Predator, akan kembali menggebrak bioskop dengan film terbarunya, Predator: Badlands, yang dijadwalkan rilis pada November 2025.
Sambil menantikan kehadiran sang pemburu kosmik yang baru, ini adalah waktu yang tepat untuk kembali menyaksikan film keempatnya, The Predator (2018), yang kini bisa Anda saksikan di platform streaming Netflix.
Film ini menjadi penghubung penting sekaligus pemanasan yang brutal sebelum Anda terjun ke dalam teror di Badlands.
Kisah The Predator berpusat pada Quinn McKenna (Boyd Holbrook), seorang mantan tentara pasukan khusus Amerika Serikat yang kini menyambung hidup sebagai tentara bayaran.
Saat menjalankan sebuah misi rahasia di Meksiko, hidupnya berubah drastis ketika sebuah pesawat ruang angkasa asing jatuh tidak jauh dari lokasinya.
Ia tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga terlibat langsung dalam pertempuran singkat dengan sang pilot pesawat tersebut, makhluk luar angkasa yang dikenal sebagai Predator.
McKenna tidak sendirian. Ia menyaksikan langsung bagaimana rekan-rekannya tewas secara brutal di tangan makhluk luar angkasa yang ganas itu.
Dalam kekacauan tersebut, ia membuat keputusan gegabah yang berdampak panjang, yaitu mengirimkan beberapa perangkat canggih milik sang Predator, seperti topeng dan pelindung lengan, ke alamat rumahnya di Amerika.
Baca Juga: Sinopsis Predator: Badlands, Sisi Lain Pemburu Sebagai Pahlawan
Tindakan ini tanpa disadari memicu bencana besar yang mengancam keselamatan putra dan keluarganya.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat ternyata sudah mengantisipasi ancaman semacam ini. Melalui sebuah proyek rahasia bernama Stargazer, mereka telah lama meneliti aktivitas para Predator yang beberapa kali mengunjungi dan berburu di Bumi.
Tubuh Predator yang berhasil dilumpuhkan dari insiden di Meksiko segera dibawa ke fasilitas rahasia mereka. Di sanalah seorang ahli biologi evolusioner brilian, Dr. Casey Brackett (Olivia Munn), dipanggil untuk membedah misteri makhluk tersebut.
Penelitian Dr. Brackett membawa pada sebuah penemuan mengejutkan: DNA manusia ditemukan tertanam di dalam genetika sang Predator.
Terungkap bahwa ras alien pemburu ini tengah melakukan hibridisasi, sebuah proses evolusi mengerikan untuk meningkatkan kekuatan, kecerdasan, dan kemampuan bertahan hidup mereka di planet mana pun yang mereka singgahi.
Mereka tidak hanya berburu untuk olahraga, tetapi juga untuk mencuri materi genetik terbaik dari spesies yang mereka taklukkan.
Disutradarai oleh Shane Black, yang juga pernah tampil sebagai aktor di film Predator pertama (1987), The Predator menyajikan sebuah tontonan penuh ketegangan tanpa henti.
Film ini berhasil menggambarkan kengerian makhluk luar angkasa yang kejam dengan persenjataan canggih yang terlihat nyata. Shane Black tidak ragu-ragu menampilkan adegan-adegan sadis yang menjadi ciri khas waralaba ini.
Penonton akan disuguhkan visual eksplisit bagaimana Predator mencabik-cabik korbannya tanpa ampun, termasuk adegan ikonik di mana tiga kepala manusia terpenggal secara bersamaan.
Tingkat kebrutalan dan pertarungan fisik yang intens membuat film ini sangat tidak dianjurkan untuk penonton di bawah umur.
Sebagai film keempat dalam seri utama, setelah Predator (1987), Predator 2 (1990), dan Predators (2010), The Predator (2018) sukses memperluas mitologi para Yautja (nama ras Predator) sambil tetap memberikan porsi aksi yang memuaskan.
Film ini menjadi jembatan yang solid untuk memahami betapa berbahayanya mereka sebelum Anda menyaksikan babak baru perburuan di Predator: Badlands November nanti.