Review It Was Just An Accident: Paket Lengkap dengan Plot Tegang, Komedi Gelap, Kritik Sosial

Yazir F, Tiara Rosana

Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:18 WIB
Review It Was Just An Accident: Paket Lengkap dengan Plot Tegang, Komedi Gelap, Kritik Sosial
Film It Was Just An Accident, Film pemenang Palme d'Or Cannes Film Festival 2025 (IMDb)
baca 10 detik
  • It Was Just An Accident gabungkan plot menegangkan dan komedi gelap
  • Cerita diawali hal yang tampak sepele, yaitu sebuah kecelakaan kecil di jalanan gelap
  • Penonton diajak memahami trauma, kemarahan, dan kebingungan para mantan tahanan politik yang pernah diculik dan disiksa

Suara.com - Sebuah film pemenang Palme d'Or di Festival Film Cannes biasanya identik dengan tontonan berat dan serius.

Tapi Jafar Panahi, sutradara asal Iran yang dikenal berani, justru menabrak pakem itu lewat karya terbarunya, It Was Just An Accident.

Film ini terasa seperti paket lengkap. Plot menegangkan menegangkan, komedi gelap yang getir, dan kritik sosial-politik yang menusuk.

Dirilis di Prancis pada 1 Oktober 2025, produksi kolaborasi Iran, Prancis, dan Luksemburg ini bermula dari hal yang tampak sepele, yaitu sebuah kecelakaan kecil di jalanan gelap.

Eghbal, seorang pria dengan kaki palsu, tak sengaja menabrak seekor anjing. Saat berusaha memperbaiki mobilnya, datanglah Vahid, seorang mekanik yang menawarkan bantuan.

Namun dari suara langkah kaki palsu itu, Vahid tiba-tiba sadar, lelaki di depannya adalah petugas intelijen yang dulu menyiksanya di penjara.

Dari situ, cerita berubah menjadi kisah balas dendam yang rumit dan penuh dilema moral.

Bagi sebagian penonton, alur film ini mungkin terasa agak membingungkan di awal. Panahi tidak menyuapi penonton dengan penjelasan gamblang.

Sang sutradara memilih membangun ketegangan lewat adegan-adegan panjang yang terasa sangat nyata. Tapi, seiring waktu, potongan kisahnya mulai menyatu.

baca juga

Penonton diajak memahami trauma, kemarahan, dan kebingungan para mantan tahanan politik yang pernah diculik dan disiksa.

Lalu muncul pertanyaan besar, apakah mereka akan membalas dengan kekejaman yang sama seperti yang dulu mereka alami?

Di sinilah letak kejeniusan Panahi. Dia mampu memadukan ketegangan psikologis dengan humor gelap yang muncul di saat tak terduga.

Ada momen ketika penonton bisa tertawa getir melihat tingkah kikuk para "penculik" amatir ini, lalu beberapa detik kemudian terdiam karena dialog yang menampar keras.

Lewat film ini, Panahi jelas menumpahkan kritik tajam terhadap kondisi sosial dan politik di Iran.

Sebagai sutradara yang berkali-kali berhadapan dengan pemerintah, dia seolah menyalurkan seluruh kegelisahannya lewat kamera.

Setiap adegan terasa seperti bentuk perlawanan, sekaligus pengingat bahwa keadilan dan kemanusiaan tak bisa dibungkam.

Yang menarik, sebagian besar pemainnya bukan aktor profesional, tapi justru itu yang membuat film ini terasa lebih otentik dan jujur.

Secara keseluruhan, "It Was Just An Accident" bukan sekadar film balas dendam, tapi refleksi mendalam soal trauma dan siklus kekerasan. Sebuah karya yang mengguncang, tapi juga manusiawi.

Sebagai catatan, film ini pertama kali tayang di Indonesia lewat Jakarta World Cinema (JWC) 2025, dan akan rilis di bioskop mulai 17 Oktober 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Film It Was Just an Accident: Kritik Rezim Lewat Thriller yang Tajam

Review Film It Was Just an Accident: Kritik Rezim Lewat Thriller yang Tajam

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Modal Bisa dari Mana Saja, Pramono Tegaskan JPO Tendean Tetap Dibangun Ulang

Modal Bisa dari Mana Saja, Pramono Tegaskan JPO Tendean Tetap Dibangun Ulang

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05 WIB

Lionel Scaloni Minta Argentina vs Inggris Tak Dicampur Isu Politik: Ini Murni Sepak Bola

Lionel Scaloni Minta Argentina vs Inggris Tak Dicampur Isu Politik: Ini Murni Sepak Bola

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05 WIB

Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia

Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:03 WIB

Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati

Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:01 WIB

Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela

Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:00 WIB

Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit

Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit

Jogja | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:00 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:56 WIB

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

×