-
Video kreator asal Sambas, Marina Qila, viral karena menjadikan bacaan ta’awudz sebagai bahan candaan.
-
Warganet mengecam keras konten tersebut karena dianggap menistakan ajaran agama dan melecehkan kalimat zikir.
-
Marina dan dua rekannya akhirnya meminta maaf secara terbuka dan mengaku video itu diunggah karena kelalaian.
Suara.com - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video yang dinilai tidak pantas oleh warganet.
Sebuah konten yang diunggah oleh kreator asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bernama Marina Qila, menjadi sorotan tajam setelah menampilkan adegan menjadikan bacaan ta’awudz sebagai bahan candaan.
Video tersebut menyebar cepat dan menuai kecaman luas, sebelum akhirnya para pembuat konten menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dalam video yang viral, tampak seorang wanita berhijab merah duduk di tepi jalan setapak di area perkebunan.
Ia memegang sebuah buku dan mulai melafalkan bacaan ta’awudz, “A’udzu billahi minasy syaithonir rojim,” dengan nada yang dibuat-buat, panjang, dan meliuk-liuk seolah sedang bernyanyi.
Adegan yang seharusnya menjadi momen khusyuk itu seketika berubah menjadi komedi ketika seorang wanita lain yang merekam video tertawa terbahak-bahak.
Bahkan, dalam salah satu klip, seorang teman mereka terlihat sampai terjatuh ke tanah karena tidak bisa menahan tawa melihat parodi tersebut.
Suasana dalam video menunjukkan bahwa adegan itu sengaja dibuat untuk tujuan hiburan dan lelucon.
Namun, reaksi publik berkata lain. Warganet menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas dan menyinggung perasaan umat Islam.
Bacaan ta’awudz, yang berarti "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk," merupakan kalimat mulia yang dianjurkan untuk dibaca sebelum memulai aktivitas baik, terutama sebelum membaca Al-Qur'an.
Menjadikannya sebagai bahan olokan dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap ajaran agama.
“Itu kalimat zikir untuk memohon perlindungan, bukan bahan lawakan,” tulis seorang warganet di kolom komentar.
“Demi konten sampai lupa adab. Semoga bisa jadi pelajaran,” timpal yang lain.

Setelah mendapat tekanan dan kritik tajam dari publik, Marina Qila, pemilik akun Facebook yang pertama kali mengunggah video tersebut, akhirnya merilis video klarifikasi dan permohonan maaf.
Dalam video permintaan maafnya, Marina yang tampil dengan wajah penuh penyesalan mengakui kesalahannya.
"Saya atas nama Marina, pemilik akun Facebook Marina Qila, yang telah memposting video yang saat itu viral. Pertama, saya minta maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa video yang tersebar itu sebenarnya adalah video yang salah atau gagal saat proses pembuatan konten, dan tidak seharusnya diunggah.
"Sebenarnya video itu video yang salah ketika pada proses pembuatan konten. Kesalahannya saya di sini karena sudah saya posting," jelasnya.
Marina menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun dari dirinya dan teman-temannya untuk mengolok-olok atau menistakan agama.
Tak lama setelah itu, ia tampil bersama dua rekannya yang juga ada dalam video kontroversial tersebut. Bertiga, mereka menyampaikan permohonan maaf secara kolektif.
"Kami selaku orang yang ada di dalam video tersebut meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila menurut kawan-kawan kami sudah mengolok-olokkan agama," ucap mereka serempak, mengakhiri pernyataan dengan menangkupkan tangan sebagai tanda penyesalan.