Suara.com - Mantan suami Clara Shinta, Denny Goestaf menuai sorotan setelah muncul ke publik dan menggugat harta gana-gini senilai Rp13 miliar kepada mantan istrinya tersebut.
Tak hanya gugat soal harta, sang mantan suami kini berencana mengambil hak asuh anak mereka dengan alasan tertentu.
Denny Goestaf mengaku bahwa awal mula ia mamutuskan menggugat harta gana-gini itu usai mempertimbangkan kondisi sang anak.
Clara Shinta selama ini dinilai tidak dekat dengan anak-anaknya sehingga Denny merasa perlu mengamankan aset-aset yang sempat diserahkan kepada mantan istrinya itu.
“Saya melihat dari kondisi anak aja sih sebenarnya. Saya sebenarnya waktu hak asuh di dia itu kan, dia saya kasih waktu untuk coba mendekatkan lagi ke anak, karena dulunya memang enggak (dekat),” ujarnya dilansir dari acara Rumpi pada Senin (10/11/2025).
Ia juga menyinggung masa lalu Clara yang disebutnya tidak mengakui keberadaan anak mereka selama bertahun-tahun.
“Mungkin waktu zaman-zaman dulu itu, sekitar empat tahun itu dia enggak pernah mengakui anak, termasuk saya,” ungkapnya.
Menurut penuturannya, Clara baru mulai mengakui sang anak setelah resmi bercerai pada Januari 2023.
“Jadi Januari 2023 kalau enggak salah, setelah cerai dia baru akui (anak),” sambungnya.
Denny menyebut kala itu memutuskan untuk memberikan sebagian hartanya kepada Clara agar bisa digunakan untuk membesarkan sang buah hati.
“Saya juga kasih kesempatan dia waktu itu, harta ini saya kasih ke dia supaya dia besarkan lah, kasih makan segala macam sampai cukuplah untuk dia (anak) gede,” jelasnya.
Namun, kepercayaan itu rupanya tidak berjalan sesuai harapan. Menurut Denny, selama ini Clara Shinta dinilai tidak bisa mengurus sang anak dengan baik.
“Ternyata kesempatan yang saya kasih itu enggak dipergunakan,” katanya.

Denny mengaku terus memantau perkembangan anaknya melalui para pengasuh.
“Kan baby sitter, pembantu, semua kan saya monitor. Jadi tahun demi tahun itu saya amati,” ujarnya lagi.
Ia menyebut ada alasan yang sangat sensitif terkait perilaku sang ibu terhadap anak, namun belum bisa dibuka ke publik.
“Saya pikir ini kok jadi semakin parah ya, ada satu yang enggak bisa saya ceritain di sini, mungkin nanti di pengadilan baru saya buka, kenapa dia kok sampai begitu dengan anak, sangat sensitif soalnya,” tuturnya.
Terkait gugatan harta gana-gini, sang mantan suami menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan akan dikembalikan kepada sang anak kelak.
“Saya mengambil kembali ini (harta gono-gini) bukan buat saya, uang ini bukan saya ambil, tapi saya titipkan nanti ke bank atau di notaris,” terangnya.
Ia pun memastikan bahwa setelah proses harta gana-gini selesai, ia akan melanjutkan langkah hukum untuk mengambil hak asuh anak.
“Memang habis ini rencananya begitu (ambil hak asuh anak), karena enggak bisa berbarengan, harta gono-gini dulu, baru ini hak asuh anak,” pungkasnya.
Kontributor : Rizka Utami